Kamis 08 Dec 2022 16:24 WIB

Texas Larang Penggunaan TikTok

TikTok saat ini mempunyai lebih dari 85 juta pengguna di AS.

Rep: Meiliza Laveda/ Red: Dwi Murdaningsih
TikTok
Foto: Vimeo
TikTok

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – Gubernur Texas Greg Abbott melarang lembaga pemerintah menggunakan platform media sosial TikTok pada perangkat yang dikeluarkan pemerintah. Texas menjadi negara bagian terbaru yang melarang penggunaan platform asal China itu.

Pada Rabu, negara bagian Maryland melarang penggunaan TikTok menyusul laporan adanya dugaan peretasan yang didukung China yang mencuri jutaan dana bantuan Covid-19 di AS. “TikTok mengambil sejumlah besar data dari perangkat penggunanya, termasuk kapan, di mana, dan bagaimana mereka melakukan aktivitas internet serta menawarkan kumpulan informasi ini kepada pemerintah China,” kata Abbott.

Abbott segera memberlakukan pelarangan penggunaan TikTok di lembaga pemerintah. “Segera, saya telah memerintahkan setiap lembaga negara bagian di Texas untuk melarang TikTok pada perangkat apa pun yang dikeluarkan negara bagian,” ujar gubernur dari Partai Republik.

Abbott menyebut TikTok saat ini mempunyai lebih dari 85 juta pengguna di AS. Karyawan yang bekerja memiliki akses ke data sensitif ini. Selain itu, dia juga mengungkapkan kekhawatirannya bahwa platform dapat membagikan data dengan Partai Komunis Tiongkok (PKT) atas permintaan sebagaimana diamanatkan oleh Undang-Undang Intelijen Nasional Tiongkok tahun 2017.

“Ancaman yang ditimbulkan oleh PKT melalui TikTok merupakan ancaman yang serius dan harus dihentikan,” ujar dia.

Dikutip Independent, Kamis (8/12/2022), Abbott mendesak para pemimpin negara untuk segera melarang penggunaan TikTok pada perangkat yang dikeluarkan pemerintah termasuk ponsel, laptop, tablet, dan komputer desktop, atau pada perangkat apa pun yang terhubung ke internet. Langkah terbaru yang dilakukan oleh negara bagian Texas mengikuti keputusan Maryland yang melarang penggunaan produk dan platform China dan Rusia termasuk TikTok, aplikasi perpesanan WeChat, dan perangkat lunak keamanan siber Kaspersky Rusia.

 

Gubernur Maryland Larry Hogan mengatakan platform-platform itu menghadirkan tingkat risiko keamanan dunia maya yang tinggi kepada negara bagian. “Tindakan ini merupakan langkah penting dalam melindungi sistem Negara Bagian Maryland dari ancaman keamanan dunia maya yang disebabkan oleh organisasi asing,” kata kepala petugas keamanan informasi Maryland, Chip Stewart.

Negara bagian AS lainnya, termasuk South Carolina, Dakota, dan Nebraska juga telah melarang atau meminta untuk memblokir TikTok pada perangkat yang dikeluarkan pemerintah. “Faktanya, penggunaan TikTok pada perangkat pemerintah federal sudah dilarang oleh lembaga seperti Departemen Luar Negeri AS, Departemen Pertahanan, dan Departemen Keamanan Dalam Negeri,” kata Abbott.

Dapat mengunjungi Baitullah merupakan sebuah kebahagiaan bagi setiap Umat Muslim. Dalam satu tahun terakhir, berapa kali Sobat Republika melaksanakan Umroh?

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement