Jumat 18 Nov 2022 18:41 WIB

Menkes: Data yang Diretas Bjorka Bukan PeduliLindungi

Kemenkes pastikan tidak ada 'crash' data di dalam PeduliLindungi.

Pengunjung memindai kode batang aplikasi PeduliLindungi di pintu masuk sebuah pusat perbelanjaan.
Foto: ANTARA/Basri Marzuki
Pengunjung memindai kode batang aplikasi PeduliLindungi di pintu masuk sebuah pusat perbelanjaan.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Menteri Kesehatan RI Budi Gunadi Sadikin memastikan data yang dibocorkan oleh peretas Bjorka di media sosial bukan milik pengguna aplikasi PeduliLindungi. "Yang Bjorka itu sudah kami cek, data tersebut bukan data PeduliLindungi. Jadi kami tidak yakin itu data kita," kata Budi Gunadi Sadikin usai Konferensi Pers Indonesia Memanggil Dokter Spesialis di Gedung Kemenkes RI Jakarta, Jumat (18/11/2022).

Menurut Budi, kepastian itu diperoleh setelah Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) melakukan pengecekan terhadap sistem atas kemungkinan pembobolan data. "Saran saya, sudah minta BSSN untuk segera cek, kami tidak menemukan adanya crash itu," katanya.

Baca Juga

Menkes Budi mempertanyakan akurasi dari miliaran data yang dipublikasikan Bjorka, termasuk klaimnya atas kebocoran data privasi PeduliLindungi sejumlah pejabat seperti Menteri Komunikasi dan Informatika Johnny G Plate, Menteri Koordinator Kemaritaman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan, hingga Podcaster Deddy Corbuzier.

"Saya kira apakah itu untuk popularitas dengan mempublikasikan data? Karena itu bukan datanya PeduliLindungi," katanya.

Sebelumnya, Bjorka mengklaim telah membocorkan 2,3 miliar pengguna aplikasi PeduliLindungi, sebanyak 48 gigabyte data telah terkompresi, 175 gigabyte data tidak terkompresi dengan total 3.250.144.777 data. Data tersebut disebut bocor dengan format CSV yang terdiri atas email, Nomor Induk Kependudukan (NIK), identitas akun PeduliLindungi, status COVID-19, riwayat perjalanan, pelacakan kontak, sampai vaksinasi.

sumber : Antara
Yuk koleksi buku bacaan berkualitas dari buku Republika ...
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement