Sabtu 05 Nov 2022 07:25 WIB

Instagram Rilis Sejumlah Fitur Baru Cegah Perundungan

Instagram mendesain fitur yang bisa melindungi pengguna dari perundungan.

Rep: Shelbi Asrianti/ Red: Ani Nursalikah
Instagram. Instagram Rilis Sejumlah Fitur Baru Cegah Perundungan
Foto: Digitaltrends
Instagram. Instagram Rilis Sejumlah Fitur Baru Cegah Perundungan

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Platform media sosial Instagram mengumumkan serangkaian fitur baru untuk melindungi pengguna dari aksi perundungan atau bullying. Direktur pemasaran produk untuk kreator di Meta, Ivana Kirkbride, menjelaskan sejumlah fitur yang ada.

Ivana memaparkannya pada acara Creator Week 2022 yang berlangsung pekan ini di Bali dan turut dihadiri oleh 120 kreator dari seluruh Asia Pasifik. Dia menyampaikan, Instagram ingin pengguna merasa aman dan nyaman dalam berekspresi dan berkreasi.

Baca Juga

"Kami harus terus mendesain fitur yang bisa melindungi pengguna. Fitur ini kami desain berdasarkan masukan yang kami terima dari para kreator dan figur publik di seluruh dunia, yang kami harap bisa dimanfaatkan oleh khalayak luas," kata Ivana, dikutip dari rilis pers yang diterima Republika.co.id.

Fitur antiperundungan baru yang pertama di Instagram adalah multiblokir. Tujuan kehadiran fitur tersebut yakni agar orang yang sudah diblokir tidak bisa mengulang perilakunya, meski mereka membuat akun baru. 

Multiblokir bisa memblokir akun-akun yang dibuat oleh seseorang ke depannya. Berdasarkan tes awal yang dilakukan Instagram, fitur ini telah mengurangi jumlah akun yang diblokir para publik figur di seluruh dunia hingga empat juta akun. 

Kedua, fitur kata-kata tersembunyi atau "hidden words". Sejak diluncurkan tahun lalu, data internal Instagram menunjukkan penurunan hingga 40 persen dalam jumlah komentar negatif saat seseorang mengaktifkan fitur "hidden words". 

Kini, fitur diperluas untuk mencakup pesan ofensif di pesan langsung atau direct message (DM) yang dikirim seseorang melalui balasan "stories". Instagram juga menambahkan daftar kata-kata di "hidden words" dari berbagai bahasa, termasuk bahasa Indonesia. 

Fitur tersebut akan dinyalakan secara otomatis bagi pengguna yang menggunakan opsi "akun kreator" di Instagram. Pemilik akun juga bisa memilih opsi menambahkan kata-kata atau emoji yang tidak ingin mereka lihat di kolom komentar maupun DM.

Selanjutnya, ada fitur "nudges" yang gunanya memberi peringatan saat seseorang mengetik kata-kata bersifat negatif di Instagram. Fitur ini sekarang tersedia di kolom komentar, di mana pengguna akan mendapatkan notifikasi untuk berhenti sebelum menggunakan kata-kata yang dipindai bersifat ofensif oleh sistem Instagram. Fitur tersedia dalam bahasa Inggris, dan akan diperluas ke bahasa lain dalam waktu dekat. 

Dalam beberapa pekan ke depan, Instagram juga akan mulai menyalakan pengingat untuk pengguna di seluruh dunia saat mereka akan mengirimkan DM ke akun kreator. Ini menjadi dorongan untuk membangun interaksi positif dan kondusif saat menggunakan Instagram.

 

Dapat mengunjungi Baitullah merupakan sebuah kebahagiaan bagi setiap Umat Muslim. Dalam satu tahun terakhir, berapa kali Sobat Republika melaksanakan Umroh?

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement