Selasa 11 Oct 2022 12:26 WIB

SARS-CoV-2 Mulai Alami Mutasi Konvergen, Lebih Jago Hindari Respons Imun

SARS-CoV-2, virus penyebab Covid-19, terus bermutasi.

Rep: Adysha Citra Ramadani/ Red: Reiny Dwinanda
Virus corona (ilustrasi). Para peneliti melihat bahwa SARS-CoV-2 kini mulai mengalami kondisi yang dikenal sebagai mutasi konvergen.
Foto:

Kemampuan menghindari imun tubuh yang luar biasa dari varian BA.2.75.2 ini ternyata telah dilampaui oleh varian baru bernama XBB. XBB adalah varian baru SARS-CoV-2 yang pertama kali terdeteksi di Siprus.

photo
Subvarian Omicron BA.2.75 - (Republika)

Varian ini dijuluki sebagai "super strain" karena terbentuk dari dua varian omicron berbeda. Varian XBB kini sudah menyebar ke beberapa negara, seperti Bangladesh, Singapura, Jerman, Denmark, dan Israel, menurut Dr Raj Rajnarayanan.

Bila memiliki kemampuan penularan yang sama seperti omicron, XBB bisa memberikan masalah besar bagi sistem kesehatan. Ancaman ini bisa terjadi bila vaksin dan sistem imun tak bisa memberikan perlindungan terhadap XBB. Akibatnya, akan ada lebih banyak orang yang mungkin membutuhkan perawatan di rumah sakit bila terinfeksi XBB.

Twindemic

Selain masih bergelut dengan pandemi Covid-19, masyarakat dunia juga perlu bersiap dengan gelombang kasus flu. Di negara-negara yang menghadapi musim dingin, kasus flu diprediksi akan mengalami peningkatan yang signifikan.

Di sisi lain, gelombang keenam Covid-19 diprediksi akan terjadi pada bulan ini, lebih awal dibandingkan musim flu tahunan. Meski flu tak menyebabkan kematian sebanyak dahulu, flu tetap perlu diwaspadai.

Dapat mengunjungi Baitullah merupakan sebuah kebahagiaan bagi setiap Umat Muslim. Dalam satu tahun terakhir, berapa kali Sobat Republika melaksanakan Umroh?

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement