REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Meta menghapus jaringan akun palsu dari China yang menargetkan Amerika Serikat (AS) dengan meme dan postingan tentang sejumlah isu politik menjelang pemilihan paruh waktu. Perusahaan mengatakan akun palsu ditemukan sebelum mereka mengumpulkan pengikut yang banyak atau menarik perhatian warganet.
Jaringan tersebut terdiri dari 81 akun Facebook, delapan halaman Facebook, dua akun Instagram dan satu grup Facebook. Menurut Meta, hanya 20 akun yang mengikuti setidaknya satu halaman dan grup tersebut memiliki sekitar 250 anggota.
“Akun palsu yang diunggah di empat kelompok aktivitas berbeda. Ini dimulai dengan konten berbahasa Mandarin tentang masalah geopolitik, mengkritik AS,” kata Meta.
Kemudian akun menghasilkan meme dan postingan dalam bahasa Inggris. Di saat yang sama, halaman Facebook dibuat dan tagar di Twitter beredar. Selain AS, kelompok itu juga menargetkan orang-orang di Republik Ceko.
Dilansir Engadget, Rabu (28/9/2022), Pemimpin Intelijen Ancaman Global Meta Ben Nimmo mengatakan orang-orang di balik akun tersebut membuat sejumlah kesalahan yang memungkinkan Meta menangkap mereka. Jaringan tersebut mewakili arah baru untuk operasi pengaruh China karena akun tersebut bertindak sebagai liberal dan konservatif, mengadvokasi kedua belah pihak pada isu-isu seperti kontrol senjata dan hak aborsi.
“Sepertinya mereka menggunakan isu ini untuk mencoba dan menemukan titik masuk ke dalam wacana Amerika. Ini adalah arah baru yang penting untuk diperhatikan,” ujar Nimmo.
Akun tersebut juga membagikan meme tentang Presiden Joe Biden, Senator Florida Marco Rubio, Senator Utah Mitt Romney dan Ketua DPR Nancy Pelosi.