Jumat 12 Aug 2022 17:20 WIB

Facebook Uji Coba Fitur End-to-End Encryption sebagai Default

Pengguna Facebook nantinya tidak perlu mengaktifkannya secara manual.

Facebook tengah menguji coba fitur
Foto: AP/Martin Meissner
Facebook tengah menguji coba fitur "end-to-end encryption" sebagai default atau pengaturan bawaan di Messenger sehingga pengguna tidak perlu lagi mengaktifkannya secara manual.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Facebook tengah menguji coba fitur "end-to-end encryption" sebagai default atau pengaturan bawaan di Messenger sehingga pengguna tidak perlu lagi mengaktifkannya secara manual. Fitur end-to-endencryption sebenarnya sudah ada sejak 2016 di Messenger, namun layanan itu sebelumnya harus diaktifkan secara manual oleh pengguna untuk setiap sesi obrolan individu.

Mengutip XDA Developers, Jumat (12/8/2022), fitur "end-to-endencryption" memang diciptakan untuk menjaga percakapan di dalam aplikasi tetap aman. Uji coba untuk mengaktifkan fitur "end-to-endencryption"secara otomatis akan berlangsung dalam beberapa pekan ke depan oleh Facebook.

Baca Juga

Beberapa pengguna terpilih akan mencoba langsung secara otomatis bagaimana "end-to-endencryption" diaktifkan ketika mengakses layanan Messenger dari Facebook. Bisa dibilang selain kata sandi atau password untuk mengamankan akun jejaring sosial, fitur"end-to-endencryption" menjadi lapisan kedua untuk mengamankan keamanan data dan privasi pengguna jejaring sosial.

Terutama dengan semakin banyaknya penipuan dan pencurian data dari jejaring sosial maka mengaktifkan fitur "end-to-endencryption" menjadi bermanfaat. Selain mencoba untuk mengaktifkan fitur itu secara otomatis, Facebook juga menguji fitur "end-to-endencryption" pada akun yang terhubung di lebih dari satu perangkat. 

Artinya, ketika anda menghapus satu pesan di perangkat pertama, maka di perangkat lainnya juga akan ikut terhapus. Tidak hanya pada layanan "Messenger", Facebook juga akan menguji kemampuan pengguna untuk menghapus pesan dan membalas pesan di Facebook Stories dengan kemampuan "end-to-endencryption".

Dengan berfokus pada keamanan pengguna, Facebook juga akan menyediakan lapisan-lapisan keamanan tambahan saat pengguna melakukan pemulihan pesan yang sebelumnya terekam dalam "end-to-endencryption" misalnya seperti memasukkan PIN atau kode akses khusus untuk mendapatkan pesan tersebut. Jika uji coba ini berhasil, maka Facebook berencana untuk merilisnya secara bertahap dan akan berlanjut hingga 2023.

sumber : Antara
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement