Kamis 28 Jul 2022 13:08 WIB

China Luncurkan Propelan Roket Pertama ke Luar Angkasa

Roket membawa 6 satelit ke luar angkasa, termasuk satelit uji mjutakhir.

Rep: Fergi Nadira/ Red: Dwi Murdaningsih
China meluncurkan roket. ilustrasi. Roket propelan padat besar pertama China berhasil diluncurkan ke luar angkasa, Rabu (27/7/2022) waktu setempat.
Foto: xinhua
China meluncurkan roket. ilustrasi. Roket propelan padat besar pertama China berhasil diluncurkan ke luar angkasa, Rabu (27/7/2022) waktu setempat.

REPUBLIKA.CO.ID, BEIJING - Roket propelan padat besar pertama China berhasil diluncurkan ke luar angkasa, Rabu (27/7/2022) waktu setempat. Roket yang dijuluki "satu panah, enam bintang," itu membawa enam satelit ke luar angkasa, termasuk satelit uji mutakhir.

"Roket ZK-1A Lijian 30 meter (8 kaki) diluncurkan dari Pusat Peluncuran Satelit Jiuquan di Gurun Gobi, Mongolia Dalam," kata pernyataan pengembang roket propelan Chinese Academy of Sciences (CAS) seperti dikutip laman Anadolu Agency, Kamis (28/7/2022).

Baca Juga

Roket tersebut adalah yang terbesar dari jenisnya di China dengan diameter 2,65 m. Pernyataan tersebut mengatakan roket itu adalah proyek besar CAS yang dikembangkan di bawah Rencana Lima Tahun ke-14 China dan upaya inovatif di bidang sains dan teknologi kedirgantaraan.

"Pengembangan kendaraan peluncuran yang inovatif, canggih dan ekonomis akan mendorong transformasi teknologi peluncuran dan model pengembangan negara dan sangat penting untuk mempromosikan dan berinovasi dan mempromosikan pengembangan ilmu luar angkasa," kata pernyataan itu.

"Dalam hal kinerja biaya dan aspek lainnya, propelan roket telah memasuki peringkat terdepan di bidang kendaraan peluncuran yang solid di dunia," kata pernyataan itu menambahkan.

Seperti dilansir laman Global Times, CAS mengatakan, bahwa apa yang membuatnya menjadi roket padat kelas dunia terletak di beberapa area termasuk kapasitas peluncurannya, keandalannya, dan efisiensi biayanya untuk misi peluncuran.

Roket ini adalah kendaraan peluncuran empat tahap dan beratnya 135 ton saat diluncurkan dengan daya dorong 200 ton. Sebuah fairing berdiameter 2,65 meter berada di atas roket selama peluncuran Rabu. "ZK-1 mampu mengirimkan muatan 1.500 kilogram ke orbit Sun-synchronous (SSO) sepanjang 500 kilometer," ungkap CAS.

Menurut siaran pers yang dikeluarkan oleh Jiuquan Satellite Launch Pusat, enam satelit yang dikirim ke orbit selama penerbangan perdana ZK-1 termasuk satelit eksperimen teknologi ruang angkasa baru, satelit eksperimen survei kepadatan atmosfer orbital, dan satelit eksperimen distribusi kunci kuantum orbit rendah. ZK-1 adalah anggota terbaru dari keluarga propelan padat Cina yang mencakup Long March-11, yang dapat diluncurkan dari darat atau laut, dan Kuaizhou-1.


Dapat mengunjungi Baitullah merupakan sebuah kebahagiaan bagi setiap Umat Muslim. Dalam satu tahun terakhir, berapa kali Sobat Republika melaksanakan Umroh?

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement