Jumat 15 Jul 2022 01:00 WIB

Subvarian BA.5 Sebabkan Infeksi Covid-19 Berulang, Tingkatkan Kasus di Sejumlah Negara

Subvarian BA.5 sedang mendominasi di banyak negara.

Covid-19 (ilustrasi). Menurut para ahli, subvarian BA.5 dan BA.4 memang memiliki kemampuan untuk memicu reinfeksi yang lebih cepat.
Foto:

Tidak lebih parah

Meski peningkatan kasus telah menyebabkan lebih banyak orang yang dirawat di sejumlah negara, angka kematian tidak bertambah secara drastis. Hal itu sebagian besar disebabkan oleh vaksin, yang tetap melindungi penerimanya dari penyakit parah dan kematian akibat Covid-19.

Para produsen dan regulator juga berusaha mengembangkan vaksin yang langsung menyasar varian-varian baru omicron. Menurut Van Kerkhove, belum ada bukti bahwa BA.5 lebih berbahaya daripada varian omicron lainnya.

photo
Subvarian Omicron BA.2.75 - (Republika)

Meskipun begitu, lonjakan kasus dapat membebani layanan kesehatan dan membawa risiko long Covid kepada lebih banyak orang. WHO dan para ahli lainnya juga mengatakan bahwa pandemi saat ini, yang berkepanjangan akibat ketidaksetaraan vaksin dan keinginan banyak negara untuk "hidup bersama Covid", hanya akan menciptakan lebih banyak varian baru yang sulit diprediksi.

Para ilmuwan kini sedang mencermati BA.2.75, yang pertama kali terdeteksi di India. Varian itu memiliki sejumlah besar mutasi dan menyebar dengan cepat. WHO mengatakan pada Selasa bahwa pandemi Covid-19 masih menjadi darurat kesehatan global, dan negara-negara harus mempertimbangkan aturan kesehatan publik seperti memakai masker dan menjaga jarak ketika kasus melonjak, selain vaksinasi.

"Apa yang secara fundamental tidak dipahami masyarakat adalah bahwa ketika ada penularan yang tinggi di komunitas, (virus) ini akan bermutasi," kata Poland.

"Tak ada yang tahu apa yang terjadi berikutnya. Kita sedang bermain api."

 

sumber : Antara, Reuters
BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement