Selasa 21 Jun 2022 08:48 WIB

Meta Ungkap Prototipe VR, Bantu Manusia ke Dunia Visual Seperti Nyata

VR membantu menciptakan dunia visual yang tidak dapat dibedakan dari kenyataan.

Rep: Meiliza Laveda/ Red: Dwi Murdaningsih
Pengunjung mengalami 5G Virtual Reality (VR). ilustrasi
Foto: EPA-EFE/RUNGROJ YONGRIT
Pengunjung mengalami 5G Virtual Reality (VR). ilustrasi

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – Meta mengungkapkan sejumlah prototipe headset virtual reality (VR) yang membantu menciptakan dunia visual yang tidak dapat dibedakan dari kenyataan. Dalam sebuah video, CEO Meta Mark Zuckerberg, mengatakan, prototipe membantu misi perusahaan untuk membuat tampilan kehidupan virtual seperti dunia nyata.

Dikutip Trusted Review, Selasa (21/6/2022), Zuckerberg menyebut perusahaan tampaknya akan membuat headset yang lulus Uji Turing visual. Tes itu dirancang untuk melihat apakah komputer mampu berpikir seperti manusia. Dalam hal ini, tentu saja, komputer akan meyakinkan otak Anda bahwa apa yang Anda lihat sebenarnya nyata.

Baca Juga

Untuk mencapai itu, Zuckerberg mengatakan headset VR harus memenuhi empat syarat dan telah membangun prototipe yang berbeda untuk membantu menyelesaikannya masing-masing.

Syarat pertama adalah resolusi retina yang akan mencapai hingga 60 piksel per derajat, memenuhi kekuatan resolusi mata manusia. Misal, prototipe Butterscotch perusahaan akan memungkinkan Anda membaca garis terkecil pada bagan mata.

Kemudian ada varifocal, mungkin melalui prototipe Half Dome yang memungkinkan mata untuk fokus pada objek yang berbeda pada jarak yang berbeda dalam realitas virtual. Perusahaan juga sedang mengerjakan tampilan yang memperbaiki distorsi video dengan cara yang sangat cepat sehingga mata tidak melihatnya.

Terakhir, Meta bekerja pada tampilan high dynamic range (HDR) yang memastikan warna-warna cerah yang realistis dan memperkenalkan prototipe Starburst. Fakta bahwa semua teknologi ini hanya dimungkinkan pada headset individual yang cukup besar memberi tahu Anda bahwa mungkin masih jauh dari ketersediaan untuk konsumen.

“Saya pikir kita sekarang berada di tengah langkah besar menuju realisme. Saya tidak berpikir itu akan lama," kata Zuckerberg. 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement