Senin 06 Jun 2022 18:30 WIB

Surat Lama Ungkap Catatan Ketakutan Hitler Terhadap Penyakit

Hitler meninggal karena bunuh diri di sebuah bunker di Berlin pada 1945.

Rep: Dwina Agustin/ Red: Dwi Murdaningsih
Adolf Hitler
Foto: Listverse.com
Adolf Hitler

REPUBLIKA.CO.ID, ZURICH -- Keturunan salah satu dokter Adolf Hitler telah merilis rincian surat yang menunjukkan cara memperlakukan diktator Nazi untuk masalah suara. Hitler dirawat beberapa kali oleh spesialis telinga, hidung dan tenggorokan Jerman Carl Otto von Eicken selama 10 tahun sejak 1935.

Surat kabar NZZ am Sonntag melaporkan pada Ahad (5/6/2022), surat-surat dari dokter untuk sepupu ditemukan oleh cicit von Eicken, Robert Doepgen yang berasal dari Swiss. Dia menemukannya ketika meneliti arsip keluarga untuk proyek sekolah. Von Eicken telah meninggal pada 1960.

Baca Juga

Sejarawan Inggris yang memiliki spesialis dalam sejarah Jerman  Richard J Evans menjamin keaslian surat-surat yang tidak diterbitkan itu. Menurut surat kabar itu, surat-surat itu menunjukkan ketakutan Hitler terhadap penyakit serius.

"Jika ada sesuatu yang buruk, saya benar-benar harus tahu," kata Hitler kepada dokter setelah konsultasi pertama pada Mei 1935.

Surat kabar itu mengatakan, surat-surat itu juga menunjukkan kekuatan Hitler melekat pada suaranya. Suara khasnya digunakan dalam pidato untuk mengumpulkan dukungan bagi tindakan pasukannya.

Satu operasi untuk menghilangkan polip ditunda sampai setelah pidato. Tindakan ini seperti yang disarankan von Eicken kepada Hitler bahwa dia perlu mengistirahatkan suaranya setelah prosedur.

Dalam surat tersebut, von Eicken tidak pernah mempertanyakan bahwa dia memperlakukan seorang pria yang tindakannya menyebabkan jutaan orang terbunuh dalam Holocaust dan Perang Dunia Kedua. Surat kabar itu mengatakan, ketika ditanya oleh interogator Rusia setelah perang mengapa dia tidak membunuh Hitler, von Eicken berkata: "Saya adalah dokternya, bukan pembunuhnya."

Hitler meninggal karena bunuh diri di sebuah bunker di Berlin pada 1945. Dia mengakhiri hidupnya tak lama sebelum perang berakhir.

Berita Lainnya
Terpopuler

Rekomendasi