Rabu 23 Feb 2022 17:48 WIB

Cerita Unik Peternak AS untuk Lindungi Sarang Lebah dari Pencurian

Sarang lebah ditambah sensor GPS hingga kode forensik untuk mencegah dari pencurian.

Rep: Dwina Agustin/ Red: Dwi Murdaningsih
Lebah tak bersengat terlihat di dalam sarang lebah yang dibudidayakan di sebuah peternakan. ilustrasi. Peternak lebah di AS melengkapi sarang dengan berbagai teknologi untuk mencegah dari pencurian.
Foto:

Pencurian biasanya terjadi pada malam hari, ketika tidak ada orang di kebun dan lebah kembali ke sarangnya. Tersangka biasanya adalah peternak lebah atau seseorang yang akrab dengan transportasi lebah.

Permintaan lebah terus meningkat selama 20 tahun terakhir karena popularitas kacang almond. Dengan demikian, jumlah lahan yang digunakan untuk menanam almond meningkat lebih dari dua kali lipat menjadi sekitar 526.000 hektare.

Peternak lebah telah mengikuti pertumbuhan itu dengan menyediakan proporsi yang terus meningkat dari stok sarang lebah yang tersedia di negara ini. Tahun ini, sebuah survei terhadap peternak lebah komersial memperkirakan dibutuhkan 90 persen koloni lebah madu di AS untuk menyerbuki semua kebun almond.

Namun, populasi lebah terkenal tidak stabil karena sejumlah masalah, termasuk penyakit, hilangnya habitat, dan insektisida. Kekeringan yang melanda negara-negara Barat musim panas lalu juga melemahkan koloni.

Bagi peternak lebah, hilangnya sarang berarti hilangnya pendapatan dari produksi madu dan penyerbukan di masa depan. Belum lagi biaya pengelolaan sarang sepanjang tahun.

Broker penyerbukan yang menghubungkan peternak lebah dengan petani Denise Qualls menyatakan, untuk membantu melacak sarang yang hilang, dia menggabungkan bisnisnya dengan startup teknologi Bee Hero. Cara ini untuk melengkapi kotak sarang dengan sensor berkemampuan GPS.

Sedangkan detektif Butte County yang telah melacak pencurian sarang lebah sejak 2013, Rowdy Jay Freeman, menyarankan peternak lebah untuk menggunakan keamanan dan menempatkan nama serta nomor telepon di kotak. Beberapa peternak lebah telah mencoba menandai kotak  dengan SmartWater CSI, alat forensik yang digunakan untuk membantu polisi melacak barang curian yang ditemukan.

Cairan itu bening hanya terlihat di bawah sinar UV, bahkan melalui lapisan cat. Polisi dapat memastikan pemilik yang sah bahkan ketika pencuri mencoba menyamarkan kotak. 

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement