Rabu 19 Jan 2022 13:51 WIB

Vaksin mRNA Beri Perlindungan Tahan Lama Terhadap Covid-19 Parah

Studi mengungkap efektivitas vaksin Pfizer, Moderna, dan Johnson&Johnson.

Rep: Rr Laeny Sulistyawati/ Red: Reiny Dwinanda
Vaksin Johnson & Johnson atau vaksin Janssen. Vaksin Johnson&Johnson dosis tunggal mencapai efektivitas puncak 74,8 persen satu bulan setelah vaksinasi lalu berkurang secara bertahap menjadi 54,4 persen setelah lima bulan.
Foto:

Perubahan efektivitas ketiga vaksin ini sama pada semua jenis kelamin, ras, dan etnis. Namun, efektivitas vaksin lebih rendah pada seseorang di atas usia 64 tahun dibandingkan populasi yang lebih muda.

Para peneliti menemukan bahwa pola perubahan efektivitas vaksin dari waktu ke waktu serupa pada individu, terlepas dari kapan mereka menerima vaksin. Kesamaan pola perubahan efektivitas vaksin ini menunjukkan bahwa ada penurunan kekebalan yang diberikan oleh vaksin, terlepas dari munculnya delta sebagai varian baru.

Selanjutnya, kemunculan varian delta dikaitkan dengan penurunan efektivitas sebesar 10 persen dan 15 persen masing-masing pada penerima dosis pertama vaksin Moderna dan Pfizer sebelun Maret 2021. Data ini menunjukkan penurunan alami kekebalan yang diberikan vaksin dan penurunan kekebalan karena munculnya varian delta.

Perlindungan terhadap penyakit parah

Para peneliti kemudian menganalisis efektivitas ketiga vaksin dalam mencegah rawat inap dan kematian. Meskipun lebih dari 800 ribu orang di North Carolina melaporkan Covid-19 selama periode penelitian antara Desember 2020 hingga September 2021, para peneliti hanya memiliki akses ke data rawat inap dan kelangsungan hidup masing-masing pada 40 persen dan 60 persen dari kasus Covid-19 ini.

Menganalisis data tersebut, para peneliti menemukan bahwa ketiga vaksin, terutama vaksin mRNA Pfizer dan Moderna, memberikan perlindungan tinggi terhadap rawat inap dan kematian setidaknya enam bulan setelah vaksinasi. Vaksin Pfizer masing-masing 88,7 persen dan 90,5 persen efektif mencegah rawat inap dan kematian karena Covid-19 pada tujuh bulan setelah vaksinasi.

Demikian juga vaksin Moderna, efektivitasnya lebih dari 94 persen terhadap rawat inap (94,1 persen) dan kematian (95,5 persen) di akhir tujuh bulan setelah dosis pertama. Di enam bulan setelah vaksinasi, vaksin Johnson&Johnson adalah 80 persen efektif dalam mencegah rawat inap dan 70 persen efektif dalam melindungi terhadap kematian.

Mirip dengan efektivitas melawan infeksi SARS-CoV-2, kemanjuran ketiga vaksin dalam mencegah penyakit parah lebih rendah pada seseorang berusia 65 tahun ke atas.

Dapat mengunjungi Baitullah merupakan sebuah kebahagiaan bagi setiap Umat Muslim. Dalam satu tahun terakhir, berapa kali Sobat Republika melaksanakan Umroh?

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement