Rabu 19 Jan 2022 13:34 WIB

Tips Menggarap Acara Virtual

Tren VR dan AR menyebabkans emakin banyak orang mengegalr acara virtual.

Rep: Noer Qomariah Kusumawardhani / Red: Dwi Murdaningsih

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Selama pandemi berlang sung, ada berbagai perkembangan teknologi yang terjadi. Terbaru muncul istilah metaverse yang menjadi perhatian dunia. Konsep pemanfaatan teknologi virtual reality (VR) dan augmented reality (AR) pun makin berkembang penggunaan nya pada masa pandemi. 

Dengan hadirnya dunia yang baru, ada banyak peluang yang menjanjikan yang bisa dieksplor pada masa mendatang. Chief Marketing Office Smarteye.id yang menawarkan jasa penggarapan VR dan AR di Indonesia, Annisa Zaskia Putri, mengatakan, tidak sulit untuk melihat alasan semua orang sekarang tertarik untuk menggarap virtual event.

Baca Juga

Selain karena kondisi, Annisa melanjutkan, sering kali menyelenggarakan event secara virtual jauh lebih murah dari sisi bujet dan efisien dari segi waktu. Virtual event pun dapat digunakan pelaku usaha untuk upaya mengoptimalisasi aspek marketing. Caranya dengan memamerkan produk dan layanan, serta menjangkau pelanggan yang tidak hanya terbatas secara nasional tetapi mungkin juga internasional.

"Jika dibandingkan dengan event fisik, cuma bisa menjangkau pasar di lokasi sekitar penye lenggaraan event. Tapi, kalau event virtual itu bisa menjangkau pasar yang jauh lebih besar. Belum lagi kita harus pertimbangkan juga kalau event fisik itu ada gimmick-gimmick yang harus kita siapkan," kata Annisa.

Ia melanjutkan, terkadang gimmick-gimmick ini, walaupun seru, tapi butuh biaya juga yang cukup besar. Mungkin bagi audiens, hadirnya gimmick bisa menjadi daya tarik tertentu, tapi bagi penyelenggara hal ini bisa menjadi salah satu sumber pengeluaran yang harus jadi pertimbangan.

Menurut Annisa, ada beberapa hal yang perlu dipertimbangkan agar acara virtual yang akan kita gelar terselenggara dengan baik. Pertama, pastikan dulu memiliki anggaran pemasaran yang memadai untuk menyelenggarakan virtual event.

Anggaran pemasaran biasanya memiliki fungsi yang bermacam-macam. Di antaranya untuk pendekatan ke klien, promosi, menyenangkan pelang gan lama dan lain sebagainya. Walaupun sebenarnya anggaran pemasaran virtual event untuk mengajak audiens relatif lebih murah di bandingkan dengan event fisik, tetapi dengan memperhatikan anggaran yang dimi liki, pelaku usaha bisa mengatur ekspektasi dan tujuan dari penyelenggaraan event.

"Apakah konsep yang kita miliki sesuai dan memang dibutuhkan untuk keter capaian goals? Selain itu, juga harus selalu dipikirkan matang-matang karena pe nam bahan konten dalam virtual event. Jangan sampai boncos walaupun penye enggara event-nya dilakukan secara virtual," Annisa mengingatkan.

Kedua, pastikan produk yang dimiliki dan yang ingin dipamerkan bisa dipa merkan secara virtual. Annisa menegaskan, ada banyak hal yang perlu dipertimbangkan oleh bisnis saat menggunakan teknologi virtual ketika menyelenggarakan virtual event. Karena tidak semua jenis produk cocok dipasarkan secara virtual.

Pelaku bisnis juga harus sadar, apabila dia tidak perlu menyeleng garakan virtual event karena sifat dari produk itu sendiri. Misalnya, produk yang dijualnya memiliki banyak tekstur atau variasi permukaan yang memang ukurannya harus dilihat secara nyata.

Kemudian, koleksi yang ingin ditampilkan juga ternyata ting ginya lebih dari 3 meter. Hal itu akan sulit dilihat dalam konteks virtual karena kurang repre sentatif.

Menurut Annisa, apabila sifat natural dari produknya seperti itu, sebaiknya kita tidak perlu menggunakan virtual event. Cara terbaik untuk berinteraksi dengan pelanggan dalam kondisi demikian adalah melalui event yang digelar langsung secara fisik. 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement