Senin 10 Jan 2022 13:41 WIB

Ilmuwan Siprus Sangkal Varian Deltacron Hasil Kontaminasi Lab

Ilmuwan Siprus laporkan temuan varian deltacron.

Rep: Rr Laeny Sulistyawati, Puti Almas/ Red: Reiny Dwinanda
Mutasi virus corona tipe baru, SARS-CoV-2 (ilustrasi). Varian yang dijuluki deltacron dikabarkan muncul di Siprus.
Foto:

Peacock mengatakan bahwa urutan deltacron di Siprus yang dilaporkan oleh beberapa media besar terlihat jelas merupakan kontaminasi. Ia menyebut itu tidak mengelompok pada pohon filogenetik dan memiliki seluruh pengurutan primer Artic dari potongan DNA/RNA omicron di sisi lain tulang belakang delta.

"Sekuens delta dengan mutasi aneh di amplikon 72 telah muncul selama berabad-abad (misalnya penyisipan delta + mu NTD) namun, mereka selalu menunjukkan pola non-monofiletik ini dan hampir selalu lebih mudah dijelaskan oleh masalah primer ini yang memperburuk pencemaran tingkat sangat rendah," kata Peacock dalam tulisan yang diunggah di jejaring sosial Twitter.

Martin Michaelis, profesor di bidang Kedokteran Molekuler di University of Kent mengatakan bahwa belum jelas apakah sampel itu asli atau sisa kesalahan pengurutan atau kontaminasi. Ia menuturkan bahwa sejauh yang diketahui, para peneliti dari Siprus telah mengurutkan sampel SARS-CoV-2 dan menerima urutan genom yang menggabungkan fitur varian omicron dan delta.

"Belum jelas apakah ini nyata atau kesalahan urutan atau konsekuensi dari kontaminasi," kata Michaelis.

Dapat mengunjungi Baitullah merupakan sebuah kebahagiaan bagi setiap Umat Muslim. Dalam satu tahun terakhir, berapa kali Sobat Republika melaksanakan Umroh?

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement