Jumat 31 Dec 2021 12:15 WIB

Keahlian Peserta Meningkat, Beasiswa Dilanjutkan Tahun Depan

Tak ada yang tak mungkin selama mampu beradaptasi dan mentransformasi diri

Lintasarta bersama Dicoding mengadakan Graduation Lintasarta Digischool 2021 yang diselenggarakan secara virtual.
Foto: .
Lintasarta bersama Dicoding mengadakan Graduation Lintasarta Digischool 2021 yang diselenggarakan secara virtual.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Mayoritas peserta Lintasarta Digischool 2021 merasa meningkat keahliannya setelah mengikuti program beasiswa ini di tengah pandemi Covid-19. Corporate Secretary General Manager Lintasarta, Ade Kurniawan, mengatakan pencapaian itu sangat menggembirakan mengingat pandemi menjadi rintangan bagi generasi muda untuk memperdalam kemampuannya di bidang teknologi informasi.

Dari hasil survei yang dilakukan kepada lulusan Lintasarta Digischool 2021, sebanyak 71 persen merasa terbantu skill-nya. “Tidak ada yang tidak mungkin selama kita mampu beradaptasi dan mampu mentransformasi diri kita untuk tetap bisa maju mendukung cita-cita pemerintah untuk menjadikan Indonesia sebagai negara dengan ekonomi digital terbesar di Asia Tenggara," ujar dia dalam keterangan tertulisnya, Jumat (31/12).

Lintasarta bersama Dicoding mengadakan Graduation Lintasarta Digischool 2021 yang diselenggarakan secara virtual sekaligus menandakan berakhirnya masa pemberian beasiswa tahun ini. Kegiatan ini merupakan salah satu bentuk apresiasi perusahaan kepada seluruh peserta yang telah mengikuti gelaran program ini sejak April hingga November.

Sebanyak 17.216 orang pendaftar berminat mengikuti program beasiswa. Jumlahnya melebihi target awal yang ditetapkan sebanyak 3.300 penerima beasiswa kelas pemula dengan peminatan atau modul Machine Learning dan Back-End Developer. Pada tahun kedua, beasiswa dibuat khusus untuk membantu masyarakat terdampak Covid-19 dengan lonjakan pendaftar hampir tiga kali lipat dibanding tahun lalu.

Covid-19 sangat berdampak bagi semua orang khususnya tenaga kerja di Indonesia. Karena itu tahun ini diprioritaskan peserta yang terdampak Covid-19 untuk mempersiapkan kariernya. Baik untuk mendapatkan pekerjaan baru yang lebih baik atau setelah mengalami pemutusan hubungan kerja (PHK) serta membuka usaha atau lapangan pekerjaan baru didunia digital.

“Kami menyadari begitu tingginya animo dan harapan di tengah pandemi yang menuntut kita semua agar dapat meng-upgrade skill tetap relevan di tengah disrupsi," ujar dia. Beasiswa ini akan dilanjutkan tahun depan.

 

Dapat mengunjungi Baitullah merupakan sebuah kebahagiaan bagi setiap Umat Muslim. Dalam satu tahun terakhir, berapa kali Sobat Republika melaksanakan Umroh?

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement