Rabu 06 Oct 2021 12:37 WIB

3 Peneliti Perubahan Iklim Diganjar Nobel Fisika 2021

Peneliti menggambarkan keseimbangan Bumi yang berdampak pada perubahan iklim.

Rep: Idealisa Masyrafina/ Red: Dwi Murdaningsih
Perubahan iklim (Ilustrasi)
Foto:

Sekitar tahun 1980, Parisi menindaklanjuti karya ini dengan pandangan yang lebih teoretis tentang bagaimana pola tersembunyi dapat terlihat dalam sistem yang kompleks. Dengan menyelidiki paduan logam yang disebut kaca spin (bahan di mana atom besi yang tersebar di kisi-kisi tembaga) menyebabkan perubahan signifikan pada sifat magnetik material, ia menjelaskan bagaimana penyesuaian yang tampaknya kecil pada sistem besar dapat memiliki efek mendalam. 
 
Temuan ini menyebabkan banyak wawasan berikutnya, tidak hanya ke dalam fisika iklim, tetapi juga di berbagai bidang seperti matematika, biologi, ilmu saraf, dan pembelajaran mesin.
 
"Penemuan yang diakui tahun ini menunjukkan bahwa pengetahuan kita tentang iklim bertumpu pada dasar ilmiah yang kuat, berdasarkan analisis pengamatan yang ketat," kata Thors Hans Hansson, ketua Komite Nobel untuk Fisika.
 
Penghargaan ini diberikan tepat sebelum Konferensi Perubahan Iklim Perserikatan Bangsa-Bangsa ke-26, yang akan diadakan di Glasgow, Skotlandia, pada bulan November. Pada konferensi tersebut, negara-negara diharapkan untuk merundingkan rencana pengurangan emisi gas rumah kaca yang mendesak dan radikal selama dekade berikutnya.
 

 

Penghargaan ini hadir dengan hadiah 10 juta kronor Swedia (1,15 juta dolar AS) yang setengahnya akan dibagi rata antara Manabe dan Hasselmann. Setengah lainnya akan diberikan kepada Parisi.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement