Selasa 31 Aug 2021 21:28 WIB

Stellar Cyber Hadirkan XDR Kill Chain Versi 4.0

PT Alfa Siber Teknologi ditunjuk jadi distributor baru  Stellar Cyber di Indonesia.

Ivon Susan, Country Manager, Stellar Cyber Indonesia.
Foto: Dok XDR Stellar
Ivon Susan, Country Manager, Stellar Cyber Indonesia.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Stellar Cyber, platform Open XDR pertama di dunia yang membawa SOC generasi selanjutnya ke pasar cyber security, Selasa (31/8) memperkenalkan XDR Kill Chain versi 4.0 yang berfungsi sebagai model baru, menangani realitas serangan cyber saat ini dan memokuskan upaya untuk menghentikan serangan lebih awal dan cepat.

Versi baru ini dibangun di atas kerangka kerja MITER ATT&CK untuk mencerminkan pendekatan berulang penyerang dan kemungkinan menyerang titik mana pun atau beberapa titik dari permukaan serangan organisasi. XDR Kill Chain berfungsi sebagai cetak biru untuk "membunuh" atau menghentikan serangan, bukan hanya sebagai model untuk menggambarkan perkembangan serangan satu dimensi.

“Serangan siber saat ini tidak sering berjalan secara linier, jadi peringatan pada aspek serangan tersebut tidak secara langsung menunjukkan bukti serangan secara keseluruhan. Dengan menggabungkan peringatan ke dalam insiden aktual, Stellar Cyber menjadi platform Open XDR pertama yang mengidentifikasi serangan dengan jelas, sumbernya, dan cara memulihkannya,” jelas Ivon Susan, Country Manager, Stellar Cyber Indonesia, dalam Webinar “XDR Kill Chain: Version 4.0, secara daring, di Jakarta, 31/08/2021.

Ia memaparkan bahwa Stellar Cyber telah memasukkan XDR Kill Chain ke dalam versi baru 4.0 dari platform Open XDR-nya. Ini adalah platform pertama di pasar yang mengintegrasikan rantai pembunuh yang dibuat khusus untuk XDR, meningkatkan kemampuan tim analis keamanan untuk mengenali serangan internal dan eksternal dengan cepat serta perkembangan serangan penuh.

“Versi baru ini memungkinkan perusahaan dan MSP/MSSP/MDR membuat kemajuan baru yang kuat dalam efisiensi tim keamanan dan meningkatkan efektivitas perlindungan, deteksi, dan respons keamanan siber,” klaim Ivon seperti dikutip dalam rilis yang diterima Republika.co.id. 

Ia menambahkan, fitur-fitur baru yang ada di dalam XDR Kill Chain versi baru 4.0 ini memanfaatkan lebih dari empat tahun penelitian dan pengembangan yang masih terus berjalan, di mana Stellar Cyber telah menjadi platform Open XDR terkemuka. Tidak seperti platform lain, Stellar Cyber dapat menyerap data dari alat keamanan populer apa pun serta menggunakan sensor dan agennya sendiri. Platform menormalkan kumpulan data yang berbeda sehingga dapat dievaluasi dan dikorelasikan secara otomatis oleh mesin AI canggihnya, lalu memprioritaskan ancaman untuk segera diperhatikan oleh analis keamanan. Platform ini juga dapat merespons insiden dengan cepat melalui integrasi yang erat dengan banyak alat keamanan yang ada.

“Dengan XDR Kill Chain yang dijalin ke dalam platform kami, pelanggan dapat meningkatkan manajemen risiko mereka, meningkatkan produktivitas analis, dan menurunkan biaya sekarang lebih dari sebelumnya,” tegas Ivon. 

Stellar Cyber, satu-satunya platform AI/ML yang memberikan perlindungan maksimal, hari ini juga mengumumkan bahwa Alfa Siber Teknologi, perusahaan teknologi yang berbasis di Indonesia, memilih platform Stellar Cyber untuk menyediakan keamanan siber yang komprehensif bagi customer-nya untuk meningkatkan produktivitas serta menurunkan biaya operasional menjadi lebih rendah.

Stellar Cyber menjadikan platform Open eXtended Detection and Response (XDR) pertama dan satu-satunya di dunia, memiliki konsep Security Operations Center (SOC) baru yang memastikan keamanan di seluruh tahapan Kill Chain (rantai eliminasi) dengan menerima masukan solusi dari keamanan siber lain yang sudah ada dan memangkas biaya operasi karena adopsi Artificial Intelligence dan Engine Machine Learning dan meningkatkan kinerja analis  dengan dasbor keamanan yang mudah digunakan. 

“Luasnya penawaran Stellar Cyber, termasuk UEBA (User Entity Behavior Analytics – Analisa Perilaku User), NTA (Network Traffic Analyzer), NG-SIEM dan respons otomatis, dan kemampuannya untuk berintegrasi dengan platform Endpoint Detection and Response (EDR) menjadikannya sistem Open XDR pertama yang saya ketahui,” menurut Afriandi, Technical Director untuk Alfa Siber Teknologi.

Alfa Siber Teknologi juga mengoperasikan Security Operations Center (SOC) berbasis cloud, yang menyediakan solusi Cyber Security yang terdiri dari serangkaian produk di semua aspek infrastruktur teknologi informasi dengan rekam jejak yang terbukti.

“Dengan luasnya customer dan proposisi channel yang dimiliki oleh Alfa Siber Teknologi, kami sangat senang untuk memperkenalkan dan mereplikasi manfaat yang sudah didapatkan dari banyak customer global Stellar Cyber yang terus berkembang,” kata  Adrian Sutikna, Managing Director untuk Alfa Siber Teknologi.

Ia menambahkan,  “Pendekatan Open XDR Stellar Cyber memungkinkan kami untuk melengkapi solusi keamanan customer yang sudah ada dan membantu meningkatkan kinerja mereka dengan menghubungkan semua data dalam satu data lake dan menganalisis ancaman di seluruh tahapan Cyber Kill Chain.”

“Kemitraan strategis kami dengan Alfa Siber Teknologi membuka sejumlah peluang baru,” menurut Changming Liu, CEO Stellar Cyber. “Kami menantikan kerjasama yang erat, karena Alfa Siber Teknologi membawa keuntungan dari Open XDR ke seluruh organisasi di kawasan Indonesia,” ujarnya.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement