Rabu 05 May 2021 09:27 WIB

AirTags Apple Dihapus dari Rak oleh Peritel Besar Australia

Penghapusan produk diduga berkaitan dengan penggunaan baterai koin yang berbahaya.

Rep: Noer Qomariah Kusumawardhani/ Red: Friska Yolandha
Airtags Apple
Foto:

Penuhi Standar Keamanan Anak Internasional

Sebagai tanggapan atas laporan tersebut, Apple mengeluarkan pernyataan berikut kepada Techradar. “AirTag dirancang untuk memenuhi standar keselamatan anak internasional, termasuk yang ada di Australia, dengan memerlukan mekanisme dua langkah push-and-turn untuk mengakses baterai yang dapat diganti pengguna,” tulisnya.

“Kami mengikuti peraturan dengan cermat dan bekerja untuk memastikan bahwa produk kami akan memenuhi atau melampaui standar baru, termasuk untuk pelabelan kemasan, jauh sebelum jadwal yang diisyaratkan,” kata laporan tersebut.

Seperti yang ditunjukkan oleh pernyataan Apple di atas, merek yakin bahwa itu sesuai dengan peraturan yang diperlukan untuk penjualan barang dengan baterai koin di dalamnya, dan harus diizinkan untuk dijual di rak-rak Australia.

Masalah keselamatan untuk anak-anak berkisar pada apakah seorang anak akan dapat memperoleh akses yang wajar ke baterai di AirTags dan karena itu dapat membahayakan diri mereka sendiri. Panduan yang disetujui oleh pemerintah Australia mengatakan pada 21 Juni 2021, semua produk yang ‘terpengaruh’ (yang mengandung baterai koin) harus mematuhi standar baru.

Standar ini mencakup perlunya peringatan pada label luar kemasan, yang mungkin disinggung Apple di bagian kedua pernyataan di atas dan anak-anak kecil harus tidak dapat membuka kompartemen baterai barang konsumen yang berisi barang-barang yang dapat diganti button battery.

 

Definisi ‘tidak dapat membuka’ agak kabur, meskipun protokol pengujian yang berkaitan dengan Australia dari International Electrotechnical Commision (IEC), sebuah standar inetrnasional yang berhubungan dengan listrik, elektronik dan teknologi terkait katakan berikut ini pada perangkat yang dioperasikan dengan baterai koin di syarat kepatuhan untuk dijual.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement