Jumat 02 Apr 2021 01:00 WIB

10 Tim Lolos ke Final Maritime Hackathon 2021

Para peserta membangun aplikasi secara langsung selama 24 jam.

Rep: Novita Intan/ Red: Satria K Yudha
Logo Maritime Hackathon 2021
Foto: hackatonmaritim.id
Logo Maritime Hackathon 2021

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Kompetisi kreativitas untuk menciptakan ide dan inovasi bidang maritim dari TNI AL, Maritime Hackathon 2021, memasuki tahap final. Tercatat sebanyak 10 tim dengan karya terbaik lolos ke tahap final setelah melewati tahap penjurian kompetisi yang ketat.

Ketua Dewan Juri Agung Toto Wibowo mengatakan, dalam semifinal Maritime Hackathon 2021 pada 25-26 Maret, para peserta melakukan coding membangun aplikasi secara live selama 24 jam. Peserta hadir secara daring dari seluruh wilayah Indonesia.

“Babak semifinal  Maritime Hackathon 2021 berjalan dengan sangat sengit. Masing-masing tim unjuk gigi untuk membangun aplikasi andalan demi lolos ke tahap final,” ujarnya dalam keterangan resmi, Kamis (1/4).

Adapun 10 tim terbaik yang lolos ke tahap final, yaitu Ceria, tim mahasiswa Institut Teknologi Telkom Purwokerto; Chi Square, tim Badan Pusat Statistik; DelVeloper, tim mahasiswa Institut Teknologi Del Medan; DroneHackers, tim dronehackerd.id Bandung; dan Garamin, tim mahasiswa Institut Teknologi Sepuluh November.

Tim finalis lainnya adalah Gas Pol, tim Direktorat Jenderal Pajak Kementerian Keuangan; GeoLabX, tim profesional asal Bandung; Kojor, tim mahasiswa ITB; Nelayanku, tim mahasiswa Telkom University; dan NSC Tech 1, tim NSC Tech Bekasi.

Salah satu tim, yaitu Tim Ceria, terpilih jadi finalis setelah menghadirkan aplikasi Terasera. Terasera adalah aplikasi jual beli hasil tangkapan laut, budidaya perairan, dan olahan kelautan yang dapat diakses melalui website. 

“Ide-ide itu menyelesaikan berbagai permasalahan kemaritiman seperti bagaimana memasarkan hasil laut, mempromosikan pariwisata, sinergi antara masyarakat pesisir dengan Badan Usaha Milik Desa(BUMDes), monitoring kualitas air dan ide-ide menarik lainnya,” ucapnya.

Kepala Dispotmaral Brigadir Jenderal Nuri Andrianis Djatmika menambahkan, para finalis ini adalah 10 terbaik yang terjaring dari proses kompetisi yang ketat. "Berbagai solusi aplikasi yang dibangun akan sangat bermanfaat mendukung tugas kami dalam pengelolaan potensi maritim," katanya. 

Peserta Maritime Hackathon TA 2021 berasal dari unsur masyarakat seperti pelajar, mahasiswa, dan profesional dari berbagai daerah se-Indonesia. Aplikasi yang diajukan peserta terdiri atas aplikasi mobile, aplikasi berbasis web, olah analis data, dan internet of things.

Dispotmar Mabesal bekerja sama dengan Telkom University dan TemanSiswa.com dalam penyelenggaraan PPKM-Maritime Hackathon TA 2021. Penilaian kompetisi Maritime Hackathon TA 2021 dilakukan oleh dewan juri dari akademisi, praktisi industri IT, dan anggota TNI AL yang berpengalaman. 

Berita Lainnya
Terpopuler

Rekomendasi