Rabu 03 Feb 2021 16:47 WIB

Arkeolog Temukan Pengolahan Zaitun Tertua di Bawah Laut

Temuan arkeolog ini menjadi bukti zaitun telah diproses industri sejak 6.600 tahun.

Rep: Puti Almas/ Red: Dwi Murdaningsih
Ilustrasi minyak zaitun
Foto: Pixabay
Ilustrasi minyak zaitun

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Arkelolog menemukan dua struktur batu yang berisi ribuan lubang zaitun di sebuah situs bawah air di wilayah lepas pantai Israel di Laut Mediterania. Zaitun ini diduga berasal dari sekitar 6.600 tahun lalu.

Kondisi lubang dilaporkan terlihat baik dan utuh. Temuan ini memberi bukti bahwa buah zaitun diproses secara industri untuk dimakan sejak zaman dahulu kala.

Baca Juga

Meski belum jelas, indikasi awal menunjukkan bahwa buah zaitun pertama kali dimakan pada milenium pertama era Sebelum Masehi (SM). Zaitun dan minyak yang dihasilkannya menjadi bahan utama dalam menu makanan atau sejumlah produk di Mediterania.

Tak hanya itu, zaitun bersama minyaknya memiliki nilaki simbolis di banyak negara. Dilansir Jerusalem Post, sebuah studi terbaru menunjukkan bahwa penduduk di daerah sekitar situs tersebut yang tak hanya menggunakan zaitun untuk minyak, namun juga memakan buahnya.

Studi dilakukan para peneliti dari Universitas Haifa, Technion Institut Teknologi Israel, Universitas Tel Aviv, Universitas Ibrani Yerusalem, Pusat Volcani dan lembaga penelitian lainnya di Israel dan luar negeri. Ehud Galili, seorang arkeolog di Institut Arkeologi Zinman di Universitas Haifa, yang menemukan situs di Laut Mediterania di lepas pantai utara Israel pada 2011, mengatakan  bahwa situs prasejarah diketahui ada di bawah air dalam bentangan dekat pantai yang berada di atas permukaan laut selama zaman es dunia.

"Badai terkadang menggeser pasir yang menutupi situs-situs ini," ujar Galili.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement