Rabu 16 Dec 2020 21:08 WIB

Mengenal Gitanjali Rao, Kid of The Year Versi Majalah Time

Gitanjali Rao masih berumur 15 tahun namun telah melakukan berbagai penemuan.

Rep: Noer Qomariah Kusumawardhani/ Red: Dwi Murdaningsih
Majalah Time menobatkan Gitanjali Rao (15 tahun) sebagai Kid of the Year. Ilustrasi.
Foto: Youtube
Majalah Time menobatkan Gitanjali Rao (15 tahun) sebagai Kid of the Year. Ilustrasi.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA - Nama Gitanjali Rao harum terdengar. Rao adalah siswa sekolah menengah Colorado berusia 15 tahun. Nama Rao kini diselipi predikat Kid of the Year oleh majalah Time.

Siapakah dia? Ia dikenal sebagai ilmuwan muda yang menggunakan kecerdasan buatan dalam berbagai hal. Dia membuat aplikasi untuk mengenali kandungan timbal dalam air minum, mengenali sejak dini tanda-tanda kecanduan opioid, dan mencegah cyberbullying.

Baca Juga

Menurut laporan APNews, Rao adalah seorang pelajar tingkat dua di STEM School Highlands Ranch di suburban Denver. Rao yang tinggal di kota Lone Tree ini dipilih dari 5.000 calon yang berbasis di Amerika Serikat (AS)

Orang tua Rao, Bharathi dan Ram Rao, memiliki latar belakang akademis dan mendukung keingintahuan dan kecerdasannya. Saat Rao 10 tahun, dia menyatakan pada keluarga bahwa ia ingin meneliti sensor tabung nano karbon di laboratorium penelitian kualitas air Denver.

"Ibuku seperti, 'Apa?'" kata Rao bercerita.

Penemuan Rao ini, terinspirasi dari masalah yang terjadi. Ketika Rao duduk di bangku kelas dua atau tiga, ia mulai berpikir untuk menggunakan sains dan teknologi untuk men ciptakan perubahan sosial. Saat Rao di kelas tujuh, pen duduk Flint, Michigan, tengah berjuang melawan masalah se rius, yakni tingginya ka dar timbal yang berbahaya dalam sumber air.

Rao kemudian menciptakan perangkat, yang disebut Tethys. Perangkat ini menggunakan tabung nano karbon untuk dengan cepat mendeteksi senyawa timbal dalam air. Deteksi timbal ini terhubung dengan aplikasi ke ponsel cerdas. Di ponsel cerdas bisa tertera kualitas air apakah  'aman', 'sedikit terko mintasi', atau 'kritis'. Penemuan ini me menangkan Disco very Education 3M Young Scientist Challenge 2017.

Kemudian, Rao juga mengembangkan aplikasi dan ekstensi Chrome yang bisa mendeteksi cyber bullying secara dini, berbasis teknologi kecerdasan buatan (AI). Rao mengatakan, pada aktris dan kontributor majalah Time, Angelina Jolie dalam sebuah wawancara untuk majalah tersebut, ia mulai membuat hard-code dalam beberapa kata yang dianggap sebagai perundungan.

Mesin yang dia ciptakan di aplikasi Kindly besutannya, dapat mengambil kata bernada perundungan dan mengidentifikasi kata-kata yang serupa.

Penemuan lainnya berhubungan dengan genetika manusia dan dapat mendeteksi masalah yang berkembang dari kecanduan obat. Rao meng ungkapkan, sekitar 6 juta orang di India mengalami gangguan penggunaan opioid, termasuk opioid yang diresepkan tenaga kesehatan.

"Banyak orang membutuhkan opioid untuk manajemen nyeri mereka dan berakhir dengan kecanduan yang serius. Selain itu, dokter tidak memiliki alat yang mudah untuk mendiagnosis kecanduan opioid pada tahap awal," ungkap Rao.

Alat yang digunakan saat ini, ia melanjutkan, didasarkan pada kesadaran diri atau penilaian perubahan perilaku. Rao pun memilih untuk mengembangkan perangkat yang digunakan, dalam bentuk portabel yang disebut Epione. Perangkat ini dapat digunakan dokter untuk mengetahui apakah pasiennya mulai mengalami kecanduan opioid.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement