Rabu 15 Apr 2020 15:10 WIB

Astronom Deteksi Energi Quasar Paling Kuat yang Ditemukan

Aliran angin quasar bergerak hampir 13 persen dari kecepatan cahaya.

Rep: Idealisa Masyrafina/ Red: Dwi Murdaningsih
Quasar
Foto: wikipedia
Quasar

REPUBLIKA.CO.ID, HAWAII -- Para peneliti yang menggunakan teleskop Gemini North di Maunakea Hawaii telah mendeteksi angin paling energik dari quasar yang pernah diukur. Quasar merupakan inti galaksi aktif yang sangat kuat. Obyek ini memancarkan energi yang sangat besar.

Aliran angin quasar ini bergerak hampir 13 persen dari kecepatan cahaya. Angin bisa membawa energi yang cukup untuk secara dramatis memengaruhi pembentukan bintang di seluruh galaksi.

Baca Juga

Badai ekstragalaktik tersebut tersembunyi di depan mata selama 15 tahun sebelum diungkapkan oleh pemodelan komputer dan data baru dari Observatorium Gemini internasional. Dilansir di Science Daily, Rabu (15/4) disebutkan, angin paling energik dari quasar telah diungkapkan oleh tim astronom menggunakan pengamatan dari Observatorium Gemini internasional, sebuah program dari NOIRLab NSF.

Aliran kuat ini bergerak ke galaksi inangnya di hampir 13 persen dari kecepatan cahaya. Menurut para ilmuwan, aliran ini berasal dari quasar yang dikenal sebagai SDSS J135246.37 + 423923.5 yang terletak sekitar 60 miliar tahun cahaya dari Bumi.

"Sementara angin berkecepatan tinggi sebelumnya telah diamati dalam quasar, ini telah tipis dan ringan, hanya membawa massa yang relatif kecil," jelas Sarah Gallagher, astronom di Western University (Kanada) yang memimpin pengamatan Gemini.

"Aliran keluar dari quasar ini, sebagai perbandingan, menyapu sejumlah besar massa dengan kecepatan yang luar biasa. Angin ini sangat kuat, dan kita tidak tahu bagaimana quasar dapat meluncurkan sesuatu yang sangat besar." jelasnya.

Selain mengukur arus keluar dari SDSS J135246.37 + 423923.5, tim juga dapat menyimpulkan massa lubang hitam supermasif yang memberi tenaga pada quasar. Objek mengerikan ini 8,6 miliar kali lebih besar dari Matahari atau sekitar 2000 kali massa lubang hitam di pusat Bima Sakti kita dan 50 persen lebih besar daripada lubang hitam terkenal di galaksi Messier 87.

Hasil ini diterbitkan dalam Journal Astrophysical . Quasar yang dipelajari dalam penelitian ini kini memegang rekor untuk angin quasar paling energik yang diukur hingga saat ini, dengan angin yang lebih energik daripada yang baru-baru ini dilaporkan dalam studi 13 quasar.

Terlepas dari aliran massa dan energinya, penemuan pembangkit tenaga listrik ini terabaikan dalam survei quasar selama 15 tahun, sebelum kombinasi data Gemini dan metode pemodelan komputer inovatif tim memungkinkannya untuk dipelajari secara rinci.

"Objek-objek ini terlalu sulit untuk dipelajari sebelum tim kami mengembangkan metodologi kami dan memiliki data yang kami butuhkan, dan sekarang sepertinya itu adalah jenis quasar yang paling menarik untuk dipelajari," kata Karen Leighly, astronom di University of Oklahoma yang merupakan salah satu pemimpin ilmiah untuk penelitian ini.

Apa itu quasar?

Quasar juga dikenal sebagai objek quasi-bintang. Quasar adalah jenis objek astrofisika bercahaya luar biasa yang berada di pusat-pusat galaksi besar. Terdiri dari lubang hitam supermasif yang dikelilingi oleh cakram gas bercahaya, quasar dapat mengungguli semua bintang di galaksi inangnya dan dapat menggerakkan angin yang cukup kuat untuk memengaruhi seluruh galaksi.

"Beberapa angin yang didorong quasar memiliki energi yang cukup untuk menyapu material dari galaksi yang diperlukan untuk membentuk bintang dan dengan demikian memadamkan pembentukan bintang," kata Hyunseop (Joseph) Choi, mahasiswa pascasarjana di University of Oklahoma dan penulis pertama dari makalah ilmiah tentang penemuan ini.

"Kami mempelajari quasar yang sangat berangin, SDSS J135246.37 + 423923.5, yang arus keluarnya sangat tebal sehingga sulit untuk mendeteksi tanda tangan quasar itu sendiri pada panjang gelombang yang terlihat," ucap dia

Meskipun ada halangan, tim mampu mendapatkan pandangan yang jelas tentang quasar menggunakan Gemini Near-Infrared Spectrograph (GNIRS) di Gemini North untuk mengamati pada panjang gelombang inframerah.  Menggunakan kombinasi spektrum berkualitas tinggi dari Gemini dan pendekatan pemodelan komputer perintis, para astronom menemukan sifat arus keluar dari objek yang terbukti, sangat lebih energik daripada aliran quasar yang sebelumnya diukur.

Penemuan tim menimbulkan pertanyaan penting, dan juga menunjukkan mungkin ada lebih banyak quasar yang menunggu untuk ditemukan.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement