Senin 10 Feb 2020 16:34 WIB

3 Mitos Virus Corona yang Paling Banyak Tersebar di Internet

Mitos-mitos mengenai virus corona banyak tersebar di dunia maya.

Rep: Puti Almas/ Red: Reiny Dwinanda
Ilustrasi penyebaran virus corona. Mitos-mitos mengenai virus corona banyak tersebar di dunia maya.
Foto: MgIT03
Ilustrasi penyebaran virus corona. Mitos-mitos mengenai virus corona banyak tersebar di dunia maya.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Wabah virus corona tipe baru telah membuat banyak orang panik. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) pada pekan lalu bahkan telah mengumumkan wabah virus ini sebagai darurat kesehatan global dan meminta agar semua pihak bersiap melakukan berbagai tindakan pencegahan.

Di tengah kepanikan masyarakat dunia, terdapat hal-hal yang semakin memicu kekhawatiran secara luas dan seluruhnya beredar di jagat maya. Berbagai informasi yang terkadang menyesatkan sering kali ditemukan dan dengan mudah dibagikan oleh satu orang ke lainnya.

Baca Juga

Virus corona yang juga disebut sebagai 2019-nCoV yang pertama kali ditemukan di Wuhan, Provinsi Hubei, China masih terus diteliti oleh para ahli karena belum diketahui secara pasti seberapa mudah infeksi bisa menyebar. Tak sedikit mitos-mitos yang bermunculan dan menyebar, membuat kepanikan masyarakat global semakin tak menentu.

Penting bagi Anda untuk mengetahui apa saja mitos virus corona yang berbahaya dan menyesatkan. Dilansir Men's Health, berikut tiga mitos yang muncul di dunia maya dan harus diabaikan karena tidak terbukti kebenarannya :

1. Virus corona terkait dengan bir merek Corona

"Coronavirus beer" menjadi kata kunci yang paling banyak dicari warga dunia dalam beberapa waktu terakhir. Terdapat asumsi bir merek Corna terkait dengan virus ini.

Meski demikian, belum jelas apakah orang-orang meyakini bahwa bir Corona menjadi penyebab atau justu dapat membantu menyembuhkan penyakit akibat virus corona. Seorang perwakilan untuk perusahaan bir, Constellation Brands mengatakan kepada media bahwa merek ini tidak terkait apapun dengan virus tersebut.

“Kami percaya bahwa konsumen pada umumnya memahami tidak ada hubungan antara virus dan bir, serta bisnis kami,” ujar juru bicara Constellastion Brands kepada CBS pada 30 Januari lalu.

2. Virus corona dapat disembuhkan dengan bawang putih

Banyak orang yang mengatakan bahwa mengonsumsi bawang putih dapat menyembuhkan penyakit akibat virus corona. Padahal, ini benar-benar merupakan mitos.

WHO juga membagikan informasi melalui jejaring sosial Twitter bahwa bawang putih adalah makanan sehat yang mungkin memiliki beberapa sifat antimikroba. Namun, tidak ada bukti dari wabah saat ini bahwa makan bawang putih telah melindungi orang-orang dari 2019-nCoV.

3. Virus corona dapat disebar lewat surat dan paket

Tak sedikit konsumen yang mengkhawatirkan penyebaran virus corona melalui produk barang yang mereka beli dari China maupun negara-negara lainnya di Asia. Meski demikian, Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Amerika Serikat (AS) atau CDC mengatakan tidak perlu khawatir akan hal itu.

Dalam sebuah pernyataan, CDC menyampaikan bahwa kelangsungan hidup virus corona di permukaan benda atau barang-barang sangat kecil. Itu artinya, resiko penyebaran sangat rendah dari produk atau dikirim selama beberapa hari atau pekan.

Virus corona diyakini menyebar lewat pernapasan, ar liur, dan bersin. Hingga saat ini, tidak ada bukti yang mendukung transmisi 2019-nCoV terkait dengan barang impor dan belum ada kasus infeksi virus ini terkait hal tersebut.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement