REPUBLIKA.CO.ID, MOSKOW - Pada 3 Februari 1966, Rusia melakukan pendaratan pesawat ruang angkasa terkendali pertama di Bulan. Pesawat itu bernama Luna 9 yang mendarat pada pukul 21.45 waktu Moskow.
Dilansir BBC History, Senin (3/2), pesawat ruang angkasa itu langsung mengambil foto-foto sekeliling bulan, meski tidak langsung dirilis ke seluruh dunia. Misi ini merupakan pertama kalinya Bulan diamati dari Bumi.
Bulan pada bagian sebelah barat kawah Reiner dan Marius di Samudra Badai lah yang diamati. Gambar pendaratan Luna 9 dilaporlan sama seperti yang diteliti oleh American Ranger yang menyelidiki bahwa permukaan Bulan kokoh, dan tidak ditutupi dengan lapisan debu yang lembut seperti yang dipikirkan oleh beberapa astronom.
Oleh karenanya, bukti bahwa astronaut yang mengunjungi Bulan tidak akan tenggelam dalam pasir apung yang berdebu, akan memberikan dorongan negara-negara untuk mendaratkan manusia pertama di Bulan. Sejumlah ahli memprediksi tahun 1970 bahwa kemungkinan seorang pria Rusia akan mendarat di Bulan.
Dalam konferensi pers yang disiarkan televisi, seorang ilmuwan Soviet mengatakan, permukaan bulan tampak berbatu di mana Luna 9 turun. Direktur Jodrell Bank (teleskop radio Inggris di Cheshire yang telah melacak roket Rusia) Sir Bernard Lovell membayar upeti untuk pencapaian tersebut.
"Ini adalah momen bersejarah. Ini adalah pencapaian terakhir, diperlukan untuk pendaratan berawak di Bulan," kata dia.
Dalam mengirim informasi dari Bulan kembali ke Bumi, ada peralatan radio. Sifat tepat dari instrumen di papan Luna 9 tetap dirahasiakan, meskipun diperkirakan mereka akan mampu merekam suhu, tekanan, dan sifat permukaan bulan.
Salah satu hal yang akan diukur adalah kemampuan permukaan Bulan untuk mendukung benda-benda berat, seperti pesawat ruang angkasa berawak. Metode yang digunakan untuk mencapai pendaratan pun menjadi subjek beberapa spekulasi.
Hal ini diyakini telah menggunakan koordinasi yang rumit dari roket retro untuk memperlambat pesawat ruang angkasa 3.000lb (1.360 kg) dari 6.000 mph (9.600 km / jam) menjadi enam mph (9,65 km / jam).
Luna 9 adalah upaya sukses pertama Uni Soviet dalam mendaratkan stasiun percobaan di Bulan setelah gagal beberapa kali. Selama tiga hari berikutnya setelah pendaratan, pendarat mengirim sembilan gambar kembali ke Bumi.
Pada awalnya, otoritas Soviet menunda merilis foto-foto itu. Namun, ketika teleskop Jodrell Bank mengambil sinyal dari Luna 9, mereka menyadari sinyal dikirim pada peralatan menggunakan sistem yang disepakati secara internasional yang digunakan oleh surat kabar untuk mengirim gambar.
Dengan bantuan surat kabar Daily Express, yang membawa mesin penerima gambar ke Jodrell Bank, foto-foto itu dengan mudah diambil dan diterbitkan di seluruh dunia. Diperkirakan bahwa para ilmuwan Rusia sengaja memasang pesawat ruang angkasa dengan peralatan televisi standar, baik untuk memastikan bahwa mereka akan mendapatkan gambar berkualitas tinggi dari Jodrell Bank tanpa memiliki rasa sungkan politis untuk meminta mereka.
Atau, untuk mencegah pihak berwenang Soviet membuat modal politik dari prestasi. Misi Luna 24 yang terakhir berangkat pada 9 Agustus 1976.