REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Arkeolog baru saja menemukan pedang, tombak dan pisau langka milik sebuah suku terlupakan yang terkenal dengan budaya petarungnya. Seluruh benda-benda purba ini ditemukan di situs pemakaman milik suku Yotvingians. Benda-benda ini berasal dari sekitar 1.000 tahun lalu.
Suku Yotvingians merupakan orang-orang Baltik yang terkenal dengan budaya petarungnya. Mereka dianggap sebagai petarung dan pemburu yang baik.
Tim arkeolog mengungkapkan situs pemakaman yang mereka gali merupakan pemakaman suku Yotvingians terbesar yang berasal dari Abad Pertengahan. Temuan benda-benda purba di area ini telah membantu sejarawan untuk mendapatkan informasi baru mengenai orang-orang kuno yang kini terlupakan oleh zaman.
"Area ini sangat kaya akan budaya dan ritual Yotvingians," jelas arkeolog dari Suwalki District Museum Jerzy Siemaszko, seperti dilansir The First News.
Siemaszko mengatakan bukan hal yang sulit untuk bisa mendapatkan benda-benda peninggalan milik suku Yotvingians ini. Alasannya, benda-benda ini hanya terkubur sekitar 20-30 sentimeter di bawah permukaan tanah.
Area pemakaman tersebut digunakan oleh suku Yotvingians sekitar abad ke-11 dan ke-13. Ini merupakan situs pemakaman krematorium tak biasa di mana sisa-sisa dari kayu untuk kremasi dibuang bersamaan dengan hadiah untuk sosok yang dikremasi.
Kegembiraan atas temuan baru ini sedikit menurun setelah tim arkeolog mengetahui bahwa pemburu harta karun yang tiba di sana lebih dulu telah mencuri sekitar 1.000 benda. Pencurian ini merupakan tindakan ilegal dan dapat diancam dengan hukuman penjara hingga 10 tahun.
Saat ini area pemakaman tersebut telah dijaga ketat. Lokasi pasti dari pemakaman tersebut juga dirahasiakan untuk mencegah terjadinya tindak pencurian lagi.