REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – Baru-baru ini India telah mengumumkan rencana peluncuran ke bulan untuk ketiga kalinya. Hal tersebut dilakukan setelah beberapa bulan sebelumnya, misi serupa mengalami kecelakaan pendaratan di permukaan bulan.
Ketua badan antariksa India (ISRO), K Sivan beranggapan bahwa upaya kali ini akan berjalan lancar. ISRO akan mengandalkan misi tak berawak Chandrayaan-3.
“Misi baru akan mendarat di daerah yang sama, dan akan memiliki modul pendarat, penjelajah dan penggerak seperti pendahulunya," ujar dia seperti dilansir bbc, Kamis (2/1).
Peralatan baru akan diatur dengan rentang biaya sekitar 35 juta dolar AS. Namun menurut dia, biaya penuh dari misi tersebut akan ditetapkan menjadi lebih signifikan.
Secara umum, India bertujuan untuk meluncurkan misi tersebut pada 2020. Sivan menuturkan bahwa rencana itu akan mengalami sedikit keterlambatan menjadi 2021.
Jika berhasil, misi itu akan menjadikan India sebagai negara keempat yang mencapai pendaratan lunak di Bulan. Sebab, sejauh ini, hanya Rusia, AS, dan Cina yang berhasil menempatkan misi di permukaan Bulan.
Ketika ditanya terkait rencana India dalam misi ini, Sivan mengatakan bahwa Chandrayaan-3 akan memiliki konfigurasi yang sama dengan misi sebelumnya. Meskipun, dia tidak menampik bahwa Chandrayaan-2 adalah misi paling rumit yang pernah dicoba oleh badan antariksa India.
Pelaksanaan misi ini secara terus menerus dilakukan India, agar bisa mendarat di kutub selatan bulan. Lokasi itu belum pernah dicapai oleh pendaratan serupa lainnya. Lebih jauh, penempatan itu akan berlanjut ke pencarian air dan mineral serta mengukur potensi gempa bulan, jika prosesnya berhasil.
Terpisah, menteri junior untuk departemen ruang angkasa, Jitendra Singh, mengatakan, rencana untuk meluncurkan misi tak berawak ke bulan adalah sebuah ambisi India, untuk menjadi kekuatan ruang angkasa berbiaya rendah. Sambung dia, misi terbaru juga akan sangat ekonomis.
"Pengorbit sudah ada di sana. Jadi kita akan memotong biaya," katanya kepada Times of India.
Sebagai informasi, India akan meluncurkan 25 misi luar angkasa pada 2020. Menyusul itu, pada 2022 India akan mengirimkan tiga astronaut untuk ambil bagian dalam misi tersebut.