REPUBLIKA.CO.ID, LONDON -- Penggunaan peralatan makan sekali pakai ternyata tidak hanya populer saat ini. Peralatan makan sekali pakai sudah ada sejak ribuan tahun lalu.
Dilansir melalui Daily Sabah, Rabu (18/12), sebuah cangkir dari tanah liat tanpa gagang yang ditemukan di Pulau Kreta, Yunani, menjadi salah satu artefak bersejarah yang menunjukan orang-orang dulu juga telah menggunakan peralatan sekali pakai. Cangkir berusia 3600 tahun itu dianggap sebagai cangkir sekali pakai tertua di dunia.
Para arkeolog menemukan bahwa cangkir itu dibuat oleh orang-orang Minoa, yakni sebuah peradaban pertama Eropa yang berkembang di Pulau Kreta sekitar abad 2000 Sebelum Masehi. Cangkir tanpa gagang itu digunakan orang-orang Minoa untuk minum anggur.
"Orang mungkin sangat terkejut mengetahui cangkir sekali pakai, cangkir sekali pakai ternyata bukan penemuan masyarakat modern tetapi pada kenyataannya dapat ditelusuri kembali ribuan tahun lalu," kata kurator British Museum, Julia Farley.
Menurut Farley, peralatan itu kemungkinan besar digunakan sebagai sarana bagi para elit. Pada waktu itu, para elit menggunakannya untuk memamerkan stasus sosial dan kekayaannya seperti dengan menggelar pesta besar maupun festival.
"Orang-orang berkumpul dalam kelompok besar dan seperti sekarang ini, tidak ada yang mau membersihkan (peralatan makan)" katanya.
Sementara rencana artefak cangkir sekali pakai itu akan menjadi bagian dari benda kuno yang akan dipajang dalam pameran bertajuk Sampah dan Kita yang akan diselenggarakan British Museum akhir bulan ini. Ada ribuan cangkir kerucut yang ditemukan di pulau Yunani termasuk di Istana Knossos di pantai Utara Kreta juga akan dipamerkan.