Ahad 12 May 2019 02:45 WIB

Punah 136 Ribu Tahun, Burung Ini Kembali Setelah Evolusi

Burung itu, yakni jenis burung rail dengan bulu bercorak putih di bagian tenggorokan.

Rep: Adysha Citra Ramadani/ Red: Ratna Puspita
Jenis burung rail dengan bulu bercorak putih di bagian tenggorokan.
Foto: CNN
Jenis burung rail dengan bulu bercorak putih di bagian tenggorokan.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Spesies burung yang sebelumnya telah punah kembali dari kematian, merebut kembali pulau tempat ia hidup sebelumnya dan berevolusi kembali. Burung tersebut, yakni jenis burung rail dengan bulu bercorak putih di bagian tenggorokan.

Burung itu diketahui sempat mendiami pulau karang Aldabra di Samudera Hindia. Di wilayah itu, burung rail berleher putih hidup dan berevolusi hingga menjadi burung yang tak bisa terbang.

Baca Juga

Burung-burung rail di pulau Aldabra kehilangan kemampuan mereka untuk terbang seiring dengan berjalannya waktu. Kemampuan terbang ini hilang karena sangat sedikitnya predator yang tingga di pulau Aldabra sehingga kemampuan terbang pada burung rail di sana menjadi tidak begitu dibutuhkan.

Setelah bereveolusi dan kehilangan kemampuan terbang, burung-burung rail dinyatakan punah sekitar 136 ribu tahun lalu. Kala itu, pulau Aldabra yang ditinggali oleh burung-burung rail yang tak bisa terbang menghilang ditelan lautan.

Belum lama ini, tim peneliti menemukan bahwa burung rail berleher putih yang tak bisa terbang ini ternyata tidak benar-benar punah. Berdasarkan perbandingan fosil, tim peneliti menemukan bahwa burung rail berleher putih kembali muncul di Aldabra setelah ketinggian laut menurun beberapa ribu tahun kemudian.

Sejak saat itu, burung rail yang tak bisa terbang kembali menghuni pulau Aldabra. Hingga saat ini, keberadaan burung rail yang tak bisa terbang masih bisa ditemukan di pulau Aldabra.

Tim peneliti mengungkapkan bahwa burung rail yang dinyatakan sudah punah ini bisa kembali 'hidup' setelah melalui proses evolusi yang sangat langka yaitu iterative evolution atau evolusi berulang. Evolusi berulang merupakan suatu kondisi di mana sebuah spesies melakukan evolusi secara berulang dari leluhur yang sama namun di masa yang berbeda.

Temuan baru ini telah dipublikasikan dalam Zoological Journal of the Linnean Society. Temuan ini juga merupakan temuan pertama yang menunjukkan terjadinya proses evolusi berulang pada jenis burung rail. Temuan ini juga dianggap sebagai contoh paling nyata dari evolusi berulang yang terjadi pada burung.

"Kami mengetahui tidak ada contoh lain pada jenis rail maupun burung pada umumnya, yang menunjukkan fenomena ini secara jelas," ungkap salah satu peneliti dari University of Portsmouth David Martill seperti dilansir CNN

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement