Selasa 22 Jan 2019 15:18 WIB

Printerous Targetkan Ekspansi ke Asia Tenggara

Transaksi yang terjadi didominasi oleh segmen B2B.

Printerous
Foto: dokpri
Printerous

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA --  Printerous, online-printing platform terbesar di Indonesia, mencatatkan pertumbuhan pendapatan hingga lebih dari 300 persen pada tahun 2018 lalu. Dengan pencapaian ini, mereka menargetkan untuk fokus pada pasar business-to-busines (B2B) dan ekspansi bisnis ke Asia Tenggara.

Founder dan CEO Printerous, Kevin Osmond,  menyatakan transaksi yang terjadi didominasi oleh segmen B2B. Transaksi untuk B2B menyumbang 98 persen dari jumlah transaksi yang terjadi. Produk-produk utama yang ditawarkan oleh Printerous untuk segmen B2B adalah packaging, marketing material, dan kebutuhan kantor.

“Tingginya kebutuhan mencetak di segmen B2B memantapkan kami untuk terus berinovasi di kedua solusi utama, yakni e-commerce dan e-procurement,” ungkap Kevin dalam siaran persnya.

E-commerce Printerous saat ini hadir untuk melayani berbagai kebutuhan mencetak bagi usaha mikro dan usaha kecil. Beberapa keunggulan yang diberikan dengan memanfaatkan platform ini adalah adanya template design gratis, penghitungan harga secara real time, dan berbagai pilihan spesifikasi bahan. Diharapkan Printerous dapat menghadirkan transparansi dan efisiensi dalam pemesanan kebutuhan mencetak.

Sedangkan solusi e-procurement dihadirkan oleh Printerous dalam fitur Pro Accounts. Pro Accounts muncul sejak tahun 2017 lalu untuk usaha menengah dan korporat yang memiliki kebutuhan mencetak rutin. Fitur ini memudahkan untuk pendistribusian barang hasil cetakan ke berbagai daerah dalam skala nasional.

Target ke depan, Kevin dan tim memastikan platform ini dapat membantu pelaku usaha dalam urusan mencetak dengan menghadirkan fitur-fitur yang memudahkan. Printerous juga ingin memberikan kontribusi yang lebih besar kepada pertumbuhan ekonomi di Indonesia.

“Saat ini yang menjadi fokus utama kami adalah memberikan kemudahan bagi UMKM untuk mengembangkan bisnisnya dengan memanfaatkan platform digital,” Kevin menambahkan.

Pada 2019, terdapat dua poin utama yang ingin diwujudkan Printerous. Pertama, yakni mengembangkan skala bisnis melalui dua jalur, akuisisi dan retensi pelanggan. Kedua, Printerous berencana untuk melakukan ekspansi ke Asia Tenggara di tahun 2019 ini. Pertimbangan ini berdasarkan adanya potensi bisnis yang menjanjikan di negara-negara Asia Tenggara dengan model ekonomi serupa.

“Kami ingin membantu lebih banyak lagi pelaku usaha, tidak hanya di Indonesia tetapi juga di luar negeri,” kata Kevin.

Saat ini, Printerous telah memiliki lebih dari 15 ribu pengguna dan melayani pesanan di 20 kota di Indonesia. Ekspansi bisnis yang dilakukan Printerous tidak hanya dicapai dengan menggenjot volume penjualan, tetapi juga memberikan edukasi kepada para pelaku usaha dalam bentuk seminar, workshop, dan pelatihan.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement