Senin 05 Nov 2018 15:15 WIB

Honest Mining Beri Kemudahan Cryptomining Tanpa Modal Besar

Selama ini cryptomining identik dengan modal besar.

Layanan keuangan digital
Foto: depositphotos.com
Layanan keuangan digital

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Bisnis investasi dengan menggunakan mata uang digital mulai tumbuh dan berkembang di Tanah Air saat ini. Karenanya banyak startup berbasis cryptocurrency bermunculan dengan inovasi yang beragam pula.

Salah satunya adalah Honest Mining, merupakan perusahaan dengan misi membangun penambangan kripto yang terpercaya dan mudah diakses oleh semua orang.

"Honest Mining adalah platform yang memudahkan orang untuk melakukan cryptomining. Dengan Honest Mining, orang bisa joint mining dengan cara yang lebih mudah," kata CEO Honest Mining, Lawrence Samantha, saat menjadi pembicara dalam kegiatan yang diadakan Komunitas Blockchain bertajuk Block Community pada gelaran Indocomtech 2018 di Jakarta Convention Center, Sabtu (3/11).

Ia mengungkapkan selama ini cryptomining identik dengan modal besar, pengetahuan khusus dan hanya untuk orang-orang tertentu saja, sehinga membuat orang berpikir bahwa trading lebih mudah. "Dengan menggunakan Honest Mining maka orang yang sudah memiliki coin sendiri dapat langsung menggunakan platform kami," kata Lawrence.

Dibilang memudahkan, karena jika sebelumnya cryptomining tidak bisa semua kalangan disebabkan butuh biaya besar seperti dalam mining masternode yang harus memiliki 1.000 dash, dimana satu dash bernilai Rp 2 juta, berarti setiap orang membutuhkan Rp 2 miliar untuk bergabung. Namun dengan Honest Mining, siapa saja sapat bergabung dengan cukup memiliki satu dash saja.

Tidak hanya itu, jika sebelumnya orang-orang harus menjalankan mesinnya sendiri, harus memelihara, dan harus menjaga semua berjalan dengan baik, dengan Honest Mining, maka pengguna tidak harus melakukan hal tersebut. "Dengan platform kami, kita yang akan menjalankan semuanya, dan orang tinggal tunggu tenang dapat reward-nya," tutur Lawrence.

Mengenai cara kerja Honest Mining adalah Cloud Mining khusus PoS Coin dan masternode, yaitu seperti Dash, ZCoin, dan SmartCash. "Sedangkan Token HNST akan dipakai untuk pembayaran transaksi, misal maintenance fee, withdrawal fee. Sebut saja wallet pada platform kita. Dan juga menjadi salah satu cara untuk join masternode apabila user tidak mempunyai coin yg ingin di mining/staking. Kita juga memakai token HNST utk community voting coin yang ingin di-list di platform kami," kata Lawrence.

Perusahaan yang berkantor pusat di Singapura itu telah beroperasi setidaknya satu tahun di Indonesia, dan rencananya akan melakukan soft launching pada Januari 2019.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement