Jumat 21 Sep 2018 10:04 WIB

Fosil Hewan Tertua di Dunia Ditemukan di Tebing Rusia

Peneliti menemukan molekul kolesterol.

Rep: Arif Satrio Nugroho/ Red: Ani Nursalikah
Ilmuwan dalam laporan, Kamis (20/9), mengonfirmasi objek sepanjang lima milimeter ini adalah fosil binatang dari masa 558 juta tahun lalu. Hal ini menjadikan hewan tersebut sebagai hewan tertua di bumi.
Foto: AP/Ilya Bobrovskiy
Ilmuwan dalam laporan, Kamis (20/9), mengonfirmasi objek sepanjang lima milimeter ini adalah fosil binatang dari masa 558 juta tahun lalu. Hal ini menjadikan hewan tersebut sebagai hewan tertua di bumi.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Sebuah fosil aneh yang terlihat sedikit seperti daun raksasa, atau sidik jari seukuran meja kopi telah membuat para ilmuwan tergelitik selama beberapa dekade. Ribuan fosil telah ditemukan selama tujuh dekade terakhir, mengungkapkan fosil itu hidup di dasar lautan, tanpa mulut, usus atau anus, setengah miliar tahun yang lalu.

Apakah itu tanaman berlumut? Amuba bersel satu raksasa? Eksperimen evolusi yang gagal? Atau hewan paling awal di bumi?

Dilansir di News.com.au, Jumat (21/9), setelah menggali salah satu fosil ini dari tebing di Rusia dan menganalisis isinya, para peneliti menemukan molekul kolesterol, sejenis lemak. Sebuah dalam jurnal Science menegaskan makhluk itu, yang dikenal sebagai Dickinsonia, adalah hewan tertua di bumi.

Fosil yang dijuluki sebagai Cawan Suci Palaeontologi itu diperkirakan berusia 558 juta tahun. Organisme ini dipercaya hidup pada Periode Ediacaran.

photo
Foto: AAP

Bentuk kehidupan dari Periode Ediacaran ini berdasarkan analisis para ahli merupakan masa dimana pertama kali makhluk hidup multisel yang berukuran besar, namun sangat berbeda dengan makhluk multisel saat ini. Bentuk dan identitas makhluk di Periode Ediacaran ini pun masih misterius.

Dengan ditemukannya fosil di barat daya Rusia itu oleh mahasiswa sains, maka gambaran bentuk hewan pertama di muka bumi mendapatkan kejelasan. "Molekul lemak fosil yang kami temukan membuktikan hewan sudah berukuran besar sejak 558 juta tahun lalu, jutaan tahun lebih awal dari yang sebelumnya kita perkirakan," kata Professor Jochen Brocks dari Australian National University (ANU), dikutip The Independent.

Fosil ini juga tidak mengandung zat kimia yang dikandung jamur sehingga para ahli yakin ini merupakan hewan. "Lemak fosil itu kini mengonfirmasi Dickinsonia sebagai fosil binatang tertua, memecahkan misteri terbesar Paleontologi," ucap Brocks.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement