Ahad 05 Aug 2018 16:23 WIB

Kaki Seribu Miliki Potensi Jadi Obat Antikanker

Pengobatan kanker payudara saat ini masih mengandalkan kemoterapi

Rep: Wahyu Suryana/ Red: Ichsan Emrald Alamsyah
Gemilang Sekar Hapsari, Alya Lulu’ah dan Firda Ridhayani, mahasiswi Farmasi Universitas Gadjah Mada yang mengembangkan obat anti kanker dari kaki seribu.
Foto: UGM/Wahyu Suryana/REPUBLIKA
Gemilang Sekar Hapsari, Alya Lulu’ah dan Firda Ridhayani, mahasiswi Farmasi Universitas Gadjah Mada yang mengembangkan obat anti kanker dari kaki seribu.

REPUBLIKA.CO.ID, SLEMAN -- Universitas Gadjah Mada (UGM) terus mencari alternatif pengobatan kanker payudara. Kali ini, sekelompok mahasiswa mencoba memanfaatkan kaki seribu sebagai pengobatan obat anti kanker payudara.

Jumlah kasus kematian yang disebabkan kanker di Indonesia pada 2012 mencapai 8,2 juta orang. Kanker payudara menjadi kasus yang menempati posisi pertama, dengan persentase 43,10 persen kasus baru dan 12,90 persen kasus kematian.

Sayangnya, pengobatan kanker payudara masih mengandalkan kemoterapi yang masih memiliki banyak kelemahan. Mulai dari permasalahan resistensi, efek samping sampai efikasinya.

Untuk itu, Gemilang Sekar Hapsari, Alya Luluah dan Firda Ridhayani dari Farmasi UGM melakukan penelitian potensi kaki seribu sebagai antikanker. Penelitian dilakukan di bawah bimbingan Retno Murwanti.

Penelitian diawali pengumpulan kaki seribu dari Ajibarang, Bayumas. Sekar mengatakan, dari studi literatur yang diperoleh, kaki seribu memiliki kandungan Para-benzoquinon yang diduga menyimpan aktivitas antikanker. "Kandungan senyawa Para-benzoquinon dapat menyebabkan apoptosis atau kematian sel secara simultan," kata Sekar.

Selanjutnya, mereka melakukan di determinasi untuk mengetahui spesiesnya. Kaki dimaserasi dengan etanol 96 persen untuk mendapatkan ekstraknya. Untuk mengidentifikasi senyawa diuji kromatografi lapis tipis.

Uji sitotoksisitas untuk mengetahui aspek biologisnya dan molecular docking berbasis komputer. Itu demi mlihat interaksi senyawa yang diduga memiliki aktivitas antikanker untuk berikatan secara molekuler dengan protein target.

Penelitian menunjukkan ekstrak kaki seribu mengandung senyawa benzoquinon. Hasil ekstrak kaki seribu memiliki kadar penghambatan 50 persen dari sel penyebab kanker payudara.

Firda menuturkan, mereka mengetahui kaki seribu tidak toksik terhadap sel kanker payudara. Serta, senyawa benzoquinon pada kaki seribu mampu berinteraksi dengan native ligand untuk berkaitan pada enzim.

"Kaki seribu dengan kandungan benzoquinon berpotensi sebagai agen kemoprevensi pada pengobatan kanker payudara tertarget," ujar Firda.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement