Jumat 23 Mar 2018 02:07 WIB

Skandal Kebocoran Data, Saham Facebook Anjlok

Dua hari, Facebook kehilangan nilai sahamnya sebesar lebih dari 60 miliar dolar AS

Rep: Rizky Jaramaya/ Red: Esthi Maharani
Facebook. ILustrasi
Foto: CNN
Facebook. ILustrasi

REPUBLIKA.CO.ID,  JAKARTA -- Raksasa media sosial Facebook telah kehilangan nilai sahamnya sebesar lebih dari 60 miliar dolar AS selama dua hari berturut-turut. Penurunan ini disebabkan oleh adanya skandal besar kebocoran data puluhan juta pengguna Facebook.

Dilansir Bloomberg, Kamis (22/3), kerugian Facebook tersebut jumlahnya lebih dari kapitalisasi pasar Tesla Inc yang mencapai 52 miliar dolar AS atau tiga kali lipat dari pendapatan Snapchat yakni sekitar 19 miliar dolar AS. Adapun saham Facebook jatuh sebesar 6,8 persen pada awal pekan ini.

Merosotnya saham Facebook tersebut merupakan yang paling besar dalam empat tahun terakhir. Diketahui, Komisi Perdagangan Federal AS sedang menyelidiki skandal kebocoran data di Facebook. Adapun erusahaan analis data, Cambridge Analytica (CA) dilaporkan terlibat skandal besar kebocoran data pengguna Facebook.

Perusahaan yang pernah bekerja dengan tim kampanye Presiden Amerika Serikat Donald Trump ini dituding menggunakan jutaan data untuk membuat sebuah program software yang hebat. Sehingga bisa memprediksi dan mempengaruhi pemilihan suara.

Mark Zuckerberg memegang 400 juta saham Facebook. Harga saham Facebook yang anjlok membuat kekayaan Zuckerberg turun sekitar 5 miliar dolar AS. Dia tercatat sebagai orang terkaya ke-enam di dunia.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement