Selasa 06 Mar 2018 11:18 WIB

Aplikasi Ini Persingkat Waktu Belanja di Supermarket

Aplikasi kemudian mengarahkan ke jalur lantai khusus.

Rep: Hartifiany Praisra/ Red: Winda Destiana Putri
Aplikasi belanja di supermarket. Ilustrasi
Foto: Dailymail
Aplikasi belanja di supermarket. Ilustrasi

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Hanya dengan satu aplikasi, keberadaan kasir dan pindai checkouts mandiri akan menjadi mubazir. Aplikasi yang disebut dengan Supermart ini memungkinkan pengguna untuk memindai barang saat mereka berbelanja hanya dengan ponsel pintar mereka. Aplikasi kemudian mengarahkan ke jalur lantai khusus.

Dengan beberapa kamera dan algoritme khusus, aplikasi akan mendeteksi semua barang sebelum pelanggan membayarnya pada checkouts otomatis. Teknologi ini diharapkan lebih cepat dibandingkan pindai checkouts mandiri dan penggunaan kasir manusia.

Tidak hanya itu, kombinasi teknologi ini dapat mengingatkan pengguna untuk mengecek kembali barang yang mungkin mereka pindai sebelum pergi. Pengembang dan pendiri Supermart, Yair Cleper, membuat aplikasi ini di Israel bekerja sama dengan jaringan supermarket Osher Ad.

Sejak 2016, Osher Ad memperkenalkan sistem ini ke tokonya setelah uji coba di berbagai lokasi. "Semua dirancang agar mudah bagi pembeli dan dapat menangani hingga 180 barang. Begitulah cara kita melihat belanja di masa depan," papar Cleper seperti dilansir dari laman Daily Mail.

Cleper mengklaim proses bayar seharusnya tidak lebih dari 30 detik. Tidak hanya itu, Supermart mengembangkan juga mesin berukuran keranjang untuk toko-toko kecil. Dia mengklaim metode yang digunakan saat ini masih memerlukan waktu karena pengguna harus mengantongi kembali barang-barang yang berada di troli.

Saat ini, Cleper menuturkan, pihaknya sedang berdiskusi dengan salah satu supermarket besar di Inggris untuk menggunakan teknologi ini. Di sisi lain, Amazon telah meluncurkan toko otomatis yang serupa dengan Supersmart. Namun, tidak seperti Supermart, toko Amazon tidak mengharuskan pelanggan untuk berhenti di mesin otomatis seblum pergi. Mereka menggunakan kamera dan sensor untuk melacak barang yang dibeli pelanggan saat berbelanja.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement