Sabtu 17 Feb 2018 20:36 WIB

Semut Miliki Tim Medis Tempur dan Mekanisme Perawatan Luka

Pengamatan dilakukan terhadap koloni semut Matabele.

Rep: Fuji Pratiwi/ Red: Indira Rezkisari
Semut Metabele
Foto: Wikipedia
Semut Metabele

REPUBLIKA.CO.ID, WASHINGTON -- Semut memiliki tim medis yang terlibat bila terjadi perang antarkelompok dan memiliki standar perawatan anggota kelompok yang terluka. Semut-semut yang terluka akan segera ditangani tim meds dengan cepat dan melalui perawatan yang efektif.

Mungkin sebagian besar serangka dengan sistem hierarki tidak memiliki tim medis bagi pasukan tempurnya. Namun tidak untuk semut Matabele (Megaponera analis) di sub-Sahara Afika.

Ahli ekologi perilaku, Erik Frank dari Universitas Lausanne, Swiss, menyampaikan, semut Matabele memiliki tim medis yang akan merawat semut pasukan yang terluka dalam satu pertempuran, demikian dilansir Science News. Memang, proses pengobatan mandiri pada kingdom animalia diketahui ada. Namun, dalam uji ketangguhan pada semut Metabele diketahui semut ini melakukan perawatan terhadap sesama mereka dan itu meningkatkan harapan bertahan hidup.

Dalam laporan yang Frank dan tim publikasikan di Proceedings of the Royal Society B: Biological Science pada 14 Februari 2018 lalu itu disebutkan, untuk proses perawatan yang meningkatkan harapan hidup sesamanya, contoh terdekat yang terdokumentasi dengan baik adalah pada manusia. Di Pantai Gading, Frank dan tim mengamati koloni semut Metabele yang memburu rayap tiga hingga lima kali sehari. Mereka mendapati, semut-semut yang terluka akan dibawa tim medis ke rumah komandan mereka untuk dirawat di sana.

''Tim medis hanya akan membawa korban dengan luka ringan, korban luka berat akan ditinggalkan,'' kata Frank.

Luka ringan ini yang Frank maksud termasuk semut yang kehilangan dua hingga lima kaki. Semut yang hanya memiliki empat kaki memiliki kecepatan yang sama dengan semut dengan jumlah kaki utuh, enam. Mereka masih berguna untuk merawat pupa-pupa di sarang.

Mekanisme kerja tim medis semut Metabele muncul saat semut yang terluka mengeluarkan feromon sinyal butuh bantuan. Semut-semut yang menderita luka ringan umumnya lebih kooperatif dibanding yang luka berat sehingga semut yang menolong menyerah membantu semut dengan luka berat.

Dalam koloni semut Metabele, mereka yang terluka parah di kaki lebih baik menjalani bypass karena itu membuat korban lebih cepat bisa bergerak. ''Di manusia, memotong satu bagian tubuh prajurit dalam perang karena luka parah bisa jadi dianggap egois. Namun bagi semut Metabele, hal itu lebih menguntungkan koloni,'' ungkap Frank.

Sementara itu, di bangsal perawatan, semut-semut perawat akan menggunakan mulut mereka untuk 'menjilati' luka rekannya. Perawatan ini meningkatkan harapan selamat semut yang terluka.

Advertisement
Berita Terkait
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
Advertisement

Rekomendasi

Advertisement