Sabtu 27 Jan 2018 16:23 WIB

Fosil Manusia Modern Tertua Ditemukan di Israel

Fosil tersebut diperkirakan berusia antara 174 ribu hingga 188 ribu tahun.

Rep: Kiki Sakinah/ Red: Nidia Zuraya
Fosil spesies baru manusia modern. (ilustrasi)
Foto: Reuters
Fosil spesies baru manusia modern. (ilustrasi)

REPUBLIKA.CO.ID, TEL AVIV -- Mayat tertua dari manusia modern di luar Afrika telah ditemukan dalam penggalian di Israel. Laporan yang diterbitkan dalam jurnal Amerika Serikat, Science, edisi Kamis (25/1) lalu itu memperlihatkan bukti tentang studi genetis yang telah disebutkan, bahwa manusia bermigrasi keluar dari Afrika sekitar 50 ribu tahun lebih awal dari yang diperkirakan sebelumnya.

Fragmen wajah, termasuk tulang rahang dan beberapa gigi, ditemukan di sebuah situs bernama Gua Misliya di Israel. Gua itu merupakan satu dari beberapa situs gua bersejarah yang terletak di Gunung Carmel.

Disebutkan, bahwa tulang tersebut berusia antara 174 ribu hingga 188 ribu tahun.

photo
Fosil Manusia Modern (Ilustrasi)
Hingga saat ini, fosil manusia modern paling awal yang ditemukan di luar Afrika diperkirakan berusia antara 90 ribu sampai 120 ribu tahun.

Penulis bernama Rolf Quam, seorang profesor antropologi di Binghamton University, mengatakan bahwa Misliya adalah penemuan yang menarik. Temuan itu memberikan bukti paling jelas bahwa nenek moyang manusia pertama kali pindah dari Afrika jauh lebih awal dari yang dipercaya sebelumnya.

"Fosil tersebut, bernama Misliya-1, menunjukkan gigi yang berada pada kisaran ukuran atas dari apa yang terlihat pada manusia modern, namun hal itu menunjukkan pola dan ciri spesies kita yang jelas," kata Quam, dilansir dari Khaleej Times, Sabtu (27/1).

Bukti arkeologi lainnya di dalam gua menunjukkan, bahwa penghuninya memburu permainan besar dan menggunakan api. Dalam laporan itu disebutkan, bahwa alat-alat dari batu yang terkelupas di tempat-tempat untuk membuat mereka lebih tajam juga ditemukan di dekatnya. Alat itu menandai keterkaitan temuan paling awal dari teknik Levallois dengan fosil manusia modern di wilayah tersebut.

Fosil manusia modern yang lebih tua telah ditemukan di Afrika. Termasuk beberapa yang memiliki karakteristik wajah serupa, yang digali dari situs Ethiopia Omo Kibish dan Herto, yang berusia sekitar 195 ribu dan 160 ribu tahun.

Bahkan, jenazah manusia primitif yang lebih tua sekalipun, meskipun masih merupakan anggota spesies manusia kini, telah ditemukan di Maroko (315 ribu tahun) dan Afrika Selatan (259 ribu tahun).

Di Cina, fosil manusia yang diketahui sains lebih muda, dengan fragmen dari Gua Zhiren dan Daoxian berusia mulai dari 80 ribu sampai 113 ribu tahun yang lalu. Namun, penemuan di Israel menyoroti rute migrasi manusia modern dari Afrika, dan membantu ilmuwan lebih baik dalam evolusi spesies manusia sendiri saat ini.

Advertisement
Berita Terkait
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
Advertisement

Rekomendasi

Advertisement