Selasa 28 Nov 2017 02:21 WIB

Quiper Dorong Pengembangan Inovasi Pendidikan Indonesia

Rep: Eko Supriyadi/ Red: Gita Amanda
Country Manager Quipper Edukasi Indonesia Takuya Homma menyerahkan plakat kepada Wakil Pemimpin Redaksi Nur Hasan Murtiaji saat kunjungan ke Kantor Harian Republika, Jalan Warung Buncit, Jakarta, Kamis (23/11).
Foto: Mahmud Muhyidin/Republika
Country Manager Quipper Edukasi Indonesia Takuya Homma menyerahkan plakat kepada Wakil Pemimpin Redaksi Nur Hasan Murtiaji saat kunjungan ke Kantor Harian Republika, Jalan Warung Buncit, Jakarta, Kamis (23/11).

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA --Country Manager Quipper Indonesia  Takuya Homma mengatakan, perkembangan teknologi yang semakin pesat saat ini menuntut berbagai industri untuk berinovasi agar bertahan dan tidak terkena arus disrupsi. Salah satu industri yang sangat penting dan butuh konsistensi inovasi adalah pendidikan.

Hal tersebut dibutuhkan dunia pendidikan agar proses belajar mengajar semakin efektif, tepat guna untuk membangun generasi masa depan yang berkualitas. Praktisi pendidikan atau guru tidak dapat tergantikan karena mereka merupakan barisan terdepan dalam merancang dan merealisasikan inovasi-inovasi untuk kemajuan pendidikan.

Untuk terus meningkatkan pengetahuan para praktisi pendidikan akan inovasi terbaru yang dapat membantu mereka dalam proses belajar mengajar, berbagi ilmu dan wawasan dengan para profesional di ekosistem pendidikan sangatlah penting bagi para guru.

''Sebagai perusahaan yang bergerak di bidang teknologi pendidikan, merupakan kewajiban kami untuk turut serta dalam mendukung pengembangan inovasi pendidikan,'' ucap Takuya, dalam siaran persnya, Senin (27/11).

Dukung ini termasuk  memberikan kesempatan kepada guru-guru mereka untuk menambah dan berbagi wawasan dalam ajang pendidikan internasional seperti Edutech Asia 2017. Edutech Asia merupakan konferensi dan pameran pendidikan terbesar di Asia.

Acara tahunan tersebut membawa berbagai pembicara dari elemen pendidikan dari seluruh Asia Tenggara, untuk mengevaluasi dan merencanakan masa depan pendidikan. Acara ini merupakan wadah bagi para praktisi, khususnya pendidik agar bisa belajar, bertukar inspirasi dan juga gagasan.

Dalam konferensi tersebut, salah satu pengajar di Quipper Video, Nadia Cassinie turut diundang untuk menjadi pembicara di depan ratusan guru dan praktisi pendidikan dari seluruh Asia.

Nadia mengaku senang  dan bangga dapat mengikuti konferensi pendidikan tingkat internasional seperti Edutech Asia 2017. Karena bisa berbagi wawasan dengan praktisi dunia pendidikan di Asia Tenggara.

''Saya berharap lebih banyak lagi praktisi pendidikan Indonesia yang dapat menghadiri acara seperti ini, karena sangat bermanfaat untuk mengetahui perkembangan teknologi pendidikan terkini,'' ujarnya.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement