Kamis 20 Oct 2016 10:01 WIB

Samsung dan Pemerintah Korsel Masih Selidiki Penyebab Terbakarnya Note 7

Samsung Galaxy Note 7 Meledak. Ilustrasi
Foto: Ubergizmo
Samsung Galaxy Note 7 Meledak. Ilustrasi

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Samsung Electronics Co. dan pemerintah Korea Selatan telah melakukan penyelidikan untuk mencari tahu apa yang menyebabkan Galaxy Note 7 terbakar. Samsung telah menyelidiki komponen ponsel terbaru andalannya setelah banyak laporan perangkat yang terbakar.

Samsung melakukan penarikan global bulan lalu karena masalah baterai, namun minggu lalu memutuskan untuk menghentikan penjualan setelah beberapa perangkat pengganti yang dibekali baterai yang berbeda juga memiliki masalah overheating. Secara terpisah, Korea Testing Laboratory (KTL) milik pemerintah Korea Selatan mulai penyelidikan mereka sendiri dengan lima ponsel yang disediakan oleh Samsung Electronics yang terbakar di Korea Selatan awal bulan ini.

KTL tidak hanya akan membatasi penyelidikan pada baterai, namun juga akan menggunakan teknologi pengujian terbaru, termasuk X-ray dan CT, untuk menemukan penyebab pasti masalah tersebut. "Kami telah menyerahkan ponsel (yang terbakar) untuk KTL dan akan bekerja sama dengan penyelidikan mereka, tapi kami tidak bisa hanya duduk dan menunggu hasilnya," kata seorang pejabat Samsung Electronics, seperti dilansir dari Kantor Berita Korea Selatan Yonhap yang dikutip dari Antaranews Kamis (20/10).

Dijelaskan lebih lanjut, perusahaan telah mengerahkan semua sumber daya yang mungkin untuk menemukan penyebab pasti masalah tersebut secepat mungkin. Samsung juga mempertimbangkan pengujian perangkat rusak yang dikumpulkan oleh komisi perlindungan konsumen Amerika Serikat, Consumer Product Safety Commission (CPSC), yang telah mengeluarkan dua kali kebijakan penarikan untuk Note7.

Samsung memangkas proyeksi laba kuartal ketiga menjadi 5,2 triliun won (4,6 miliar dolar AS), turun dari 7,8 triliun won, yang mencerminkan taksiran kerugian akibat pemberhentian penjualan Note 7. Pada Jumat (14/10), Samsung kembali mengeluarkan perkiraan kehilangan keuntungan sekitar 3 triliun won (sekitar 3,1 miliar dolar AS) dalam dua kuartal berikutnya.

Pengamat industri mengatakan bahwa menemukan penyebab pasti masalah Note7 sangat penting bagi Samsung untuk memenangkan kembali kepercayaan konsumen sebelum perusahaan tersebut meluncurkan perangkat baru andalannya, Galaxy S8, tahun depan.

sumber : Antara
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement