Senin 27 Jun 2016 12:19 WIB

Facebook Latih Pegawai dengan Politik Bias

Rep: MGROL73/ Red: Winda Destiana Putri
Facebook. Ilustrasi
Foto: Foxnews
Facebook. Ilustrasi

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Selang dua bulan sejak membuat kontroversi dituduh menggunakan politik bias pada trending topicnya, Facebook justru malah melatih para pegawai untuk lebih memahami politik tersebut.

Dikatakan oleh COO Facebook, Sheryl Sandberg sejak pemberitaan dua bulan lalu, perusahaan memutuskan untuk memiliki sebuah kelas pengelolaan politik bias yang diikuti semua pegawai dan fokus pada umur, gender, serta isu-isu rasial yang sedang terjadi.

"Sebagai bentuk kepedulian kami kepada masyarakat untuk membantu mereka memahami perbedaan pandangan, bagaimana cara bersikap terbuka terhadap perbedaan, untuk itu kami menyetujui adanya pelatihan politik bias ini ke depannya," kata dia pada sebuah diskusi dengan Arthur Brooks di American Enterprise Institute (AEI) belum lama ini.

Saat ini Sandberg berada di Washington D.C bertemu dengan para politikus untuk memastikan Amerika memiliki hak pengaturan dan kebijakan yang membolehkan teknologi berkembang maju mengikuti isu-isu yang sedang terjadi.

Diskusinya bersama AEI memperlihatkan kepedulian Sandberg terhadap beberapa masalah termasuk imigrasi, dan mengatakan bahwa Facebook ambil andil dalam kampanya yang mendorong perempuan untuk peduli sesama dalam tempat yang berbeda. Sandberg juga berpartisipasi dalam sebuah demonstrasi kerusakan otak oculus jaringan sosial.

(Baca juga: Akhir Tahun, 'Facebook' Gunakan Fitur Keamanan End-to-end Enkripsi)

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
Advertisement

Rekomendasi

Advertisement