Rabu 10 Feb 2016 11:51 WIB

Teleskop Ini Bantu Temukan Ratusan Galaksi Tersembunyi

teleskop radio Parkes
Foto: CSIRO
teleskop radio Parkes

REPUBLIKA.CO.ID, Ilmuwan menemukan ratusan galaksi terdekat yang tersembunyi di balik Bima Sakti. Astronom menggunakan gelombang radio untuk menembus massa galaksi dan debu raksasa Bima Sakti. Mereka telah menemukan ratusan galaksi terdekat yang sebelumnya tersembunyi dari pandangan.

Sekitar 883 galaksi, sepertiganya tidak pernah terlihat sebelumnya. Para ilmuwan mengamati galaksi ini menggunakan teleskop radio CSIRO Parkes di Australia. Dengan teleskop ni, galaksi yang berlokasi 250 juta tahun cahaya dari bumi, yang tersembunyi bisa nampak.

Galaksi-galaksi yang baru ditemukan ini terletak di daerah yang dikenal sebagai Zone of Avoidance. Disebut demikian karena pandangan terhadap zona ini selalu terhalang oleh planet-planet dan bintang yang membentuk galaksi Bima Sakti. Para astromon berusaha memetakan distribusi galaksi yang ada selama beberapa dekade namun belum berhasil. Berkat teleskop radio Parkes, penemuan galaksi ini semakin mudah dilakukan.

"Kami telah menggunakan berbagai teknik tapi pengamatan radio yang benar-benar berhasil dan memungkinkan kita menembus lapisan tebal debu dan bintang-bintang," ujar peneliti Renee Kraan Korteweg dari University of Cape Town di Afrika Selatan.

Rata-rata galaksi terdiri dari 100 miliar bintang sehingga manusia tidak pernah tahu berapa galaksi yang tersembunyi hingga sekarang. Sejumlah besar massa bisa membantu para ilmuwan memahami fenomena kosmik yang terjadi dalam Zone of Avoidance.

"Kita tahu bahwa di daerah ini ada beberapa kumpulan galaksa yang kita sebut klaster atau super klaster dan seluruh galaksi Bima Sakti bergera mendekati mereka dengan kecepatan 2 juta km per jam," kata astronom Steveley Smith.

Para peneliti mengidentifikasi sejumlah struktur di antara galaksi yang tersembunyi. Temuan yang dilaporkan dalam jurnal The Astronomical Journal termasuk tiga kumpulan galaksi yang disebut NW1, NW2, NW3 dan dua kluster galaksi baru, CW1 dan CW2.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement