Selasa 17 Nov 2015 16:20 WIB

Pujian dan Kritikan untuk Fitur Safety Check Facebook

Facebook Safety Check
Facebook Safety Check

REPUBLIKA.CO.ID, Facebook berencana akan menyediakan fitur Safety Check lebih banyak dalam situasi darurat. Baru-baru ini, Facebook meluncurkan fitur tersebut pascaserangan di Paris. Fitur tersebut bisa digunakan untuk memantau apakah kerabat pengguna Facebook dalam keadaan aman atau tidak usai tragedi penembakan yang terjadi pada Jumat (13/11) tersebut.

Tak berselang lama, lebih dari empat juta orang menggunakan fitur ini untuk memberitahu teman mengenai keadaan mereka. Menurut laporan, sebanyak 360 juta pengguna menerima pemberitahuan bahwa teman mereka aman.

Terobosan ini dianggap luar biasa. Namun, Facebook masih menerima kritikan lantaran tidak adanya fitur ini setelah pengeboman di Beirut atau belahan dunia lain dimana kejahatan atau tindakan kekerasan terjadi lebih umum dalam frekuensi yang lebih menyedihkan.

Menanggapi hal tersebut, salah seorang petinggi Facebook Alex Schultz mengatakan, akan memperluas fitur ini untuk keadaan darurat lainnya. "Kami mengaktifkan fitur Safety Check di Paris karena kami mengamati banyak aktivitas melalui Facebook di sana," ujar dia seperti dikutip Mashable.

Nantinya, kata dia, ingin fitur tersebut bisa digunakan kapanpun dan di manapun saat dibutuhkan. Facebook sedang mempelajari respons pengguna dari fitur ini. Perusahaan juga terus mengeksplorasi bagaimana menunjukkan dukungan terhadap suatu musibah melalui foto profil pengguna. Jamak diketahui, pascainsiden banyak pengguna Facebook yang menggunakan warna bendera Prancis sebagai dukungan atas serangan Paris tersebut.

Namun, eksekutif belum merinci apakah nantinya fitur ini akan bisa digunakan untuk konteks bencana alam atau perang. Sebab, dalam situasi darurat seperti itu kadang menggunakan ponsel atau sekedar memberi kabar bukanlah hal yang prioritas lantaran orang akan lebih fokus menyelamatkan diri.

"Selama krisis yang sedang berlangsung atau perang dan epidemi, Safety Check tidak berguna," kata dia.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
Advertisement

Rekomendasi

Advertisement