Kamis 29 Jan 2015 01:57 WIB

Peneliti: Candu Facebook Mirip Candu Narkoba

Rep: C78/ Red: Yudha Manggala P Putra
Facebook untuk smartphone (ilustrasi)
Foto: REUTERS
Facebook untuk smartphone (ilustrasi)

REPUBLIKA.CO.ID, CALIFORNIA -- Para pengguna akun Facebook kebanyakan tak asing dengan perilaku seperti me-like foto kucing sahabat, mengintip kabar teman lama, saling melempar komentar atas sajian berita terkini maupun hanya sekadar mengintip postingan terbaru untuk kemudian bertukar ucapan selamat ulang tahun, mengumumkan status pernikahan dan kelahiran bayi bahkan menyatakan belasungkawa.

Facebook ibarat jendela kehidupan sosial bagi manusia saat ini. Ia pun menjadi candu. Para pengunanya secara sadar atau tidak “mewajibkan diri” mengecek jejaring sosial tersebut secara terus-menerus sepanjang hari.

Studi terbaru yang ditulis di jurnal Psychological Reports pada Desember 2014 bertajuk “Disability and Trauma” menemukan, otak orang-orang yang mengalami kecanduan terhadap media sosial ternyata memiliki pola otak yang hampir sama dengan pola otak yang ditemukan pada pecandu narkoba.

Psikolog di California State University-Fullerton Ofir Turel turut menjelaskan, dari hasil penelitian, sebenarnya pecandu Facebook bisa mengendalikan perilakunya. Namun, pengguna seperti tidak memiliki motivasi untuk melakukan pengendalian karena merasa perilaku tersebut tidak bermasalah.

Mengutip Live Science, Senin (27/1), sistem impulsif di otak seorang pecandu Facebook kemungkinan besar lebih aktif ketimbang pecandu narkoba meskipun daerah otak yang menghambat perilaku tersebut tampaknya masih bekerja dengan baik.

Maka, kecanduan Facebook bukan lagi sekadar guyonan. Secara harfiah, kecanduan Facebook dapat diartikan sebagai kepekaan individu untuk merespon positif desakan kuat untuk dapat berhubungan dengan situs jejaring sosial tersebut.

Ahli psikologi dari University of Bergen Norwegia Cecilie Schou Andreassen menyebut, kecanduan media sosial kemunungkinan disebabkan oleh gabungan faktor biologis, psikologis, sosial dan budaya.

 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
Advertisement

Rekomendasi

Advertisement