Ahad 05 Oct 2014 02:40 WIB

Awas... Facebook Mampu Memanipulasi Emosi Seseorang

Rep: mutia ramadhani/ Red: Taufik Rachman
The Facebook logo is pictured at the Facebook headquarters in Menlo Park, California January 29, 2013.
Foto: Reuters/Robert Galbraith
The Facebook logo is pictured at the Facebook headquarters in Menlo Park, California January 29, 2013.

REPUBLIKA.CO.ID,JAKARTA -- Facebook ternyata berperan memanipulasi emosi seseorang. Sebuah penelitian dilakukan untuk mengeksplorasi efek dari penularan emosi dari status Facebook dan konten-konten yang muncul di dalamnya.

Penularan emosi terjadi ketika keadaan emosional seorang pemilik akun bisa menular kepada rekan-rekannya di Facebook. Misalnya, jika semua orang di kantor Anda berada dalam suasana hati yang baik, kemungkinan mood Anda akan ikut baik.

Untuk memelajarinya, peneliti mengurangi jumlah konten negatif yang muncul di newsfeed opengguna. Studi menemukan bila konten emosional positif diperbanyak, maka pemilik akun Facebook cenderung menghasilkan tulisan yang positif pula. Hal sebaliknya terjadi ketika di newsfeed terdapat banyak status atau konten negatif yang membuat emosi seseorang terpancing untuk melakukan hal yang sama.

Dilansir dari NHS, Ahad (5/10), penelitian ini dilakukan para peneliti di  University of California dan Cornell University di Amerika Serikat. Sumber penelitian ini didanai oleh Facebook sendiri. Penelitian eksperimental ini melibatkan 689.003 akun Facebook dan newsfeed mereka diamati selama sepekan sepanjang Januari 2012. 

Hasil penelitian ini menunjukkan penularan emosi yang diungkapkan oleh teman-teman melalui jejaring sosial online dapat memengaruhi suasana hati kita. Perlu diingat bahwa jejaring sosial bisa menjadi pengalaman positif dan menarik bagi sebagian orang, namun itu tidak selamanya berlaku. Berhubungan dengan orang lain di dunia nyata lebih signifikan dampaknya untuk meningkatkan kesejahteraan kita.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
Advertisement

Rekomendasi

Advertisement