Senin 22 Sep 2014 15:45 WIB

Foto Tanpa Busana Aktris Hollywood Kembali Diumbar Peretas

Rihanna saat pergelaran busana Dior Cruise 2015
Foto: Reuters
Rihanna saat pergelaran busana Dior Cruise 2015

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Pembocoran foto tanpa busana selebritas Hollwood kembali bikin heboh jagat maya sejak Sabtu (19/9). Diduga pelaku penyebaran adalah peretas yang pernah membobol akun iCloud milik aktris Jeniffer Lawrence, Jenny McCarthy, dan Kate Upton. Gambar telanjang mereka juga diumbar di internet Agustus lalu.

Seperti dilansir DailyMail, sejumlah aktris yang kini menjadi korban adalah Rihanna, Kim Kadarshian, Gabrielle Union, Vanessa Hudgen, Hope Solo, dan juga tunangan Johnny Depp, Amber Heard.

"Kami tidak melakukan kesalahan apapun," ungkap Gabrielle Union menanggapi kesal peredaran fotonya kepada TMZ, dikutip Daily Mail, Ahad (21/9).

Modus yang digunakan dalam penyebaran foto terbaru ini mirip dengan kejadian sebelumnya. Foto-foto itu diunggah pertama kali di situs 4Chen dan Reddit, sebelum menyebar luas di internet dan media sosial.

 

Kedua pengelola situs tersebut mengaku kewalahan menghapus foto-foto yang diunggah pengguna sejak Sabtu kemarin. Meski dihapus, postingan baru yang memuat gambar itu terus bermunculan.

Keamanan layanan komputasi milik Apple yakni iCloud menjadi sorotan publik setelah akun milik sejumlah aktris Hollywood diretas 31 Agustus lalu. Buntut pembobolan itu, foto-foto bugil para aktris yang tersimpan di iCloud disebar peretas di Internet.

Sempat muncul dugaan peretasan terjadi karena ada celah keamanan pada lubang keamanan di layanan iCloud.

Namun Apple menepisnya. Menurut klaim mereka peretasan dilakukan dengan metode tradisional, yakni menebak-nebak kata sandi dan pertanyaan keamanan milik pengguna. Bukan dengan cara menembus sistem keamanan layanan mereka.

"Tidak ada satu pun kasus yang telah kami selidiki hasil dari peretasan terhadap sistem Apple termasuk iCloud," kata Apple dikutip Wall Street Journal, Selasa (2/9). "Kami terus bekerja sama dengan pihak berwenang untuk membantu mengidentifikasi pelaku kejahatan yang terlibat."

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement