Senin 11 Aug 2014 19:24 WIB

ATSI Minta Dukungan Kabinet Baru

Asosiasi Telekomunikasi Selular Indonesia (ATSI)
Foto: telsetnews.com
Asosiasi Telekomunikasi Selular Indonesia (ATSI)

REPUBLIKA.CO.ID,JAKARTA--Asosiasi Penyelenggara Telekomunikasi Seluruh Indonesia (ATSI) berharap pemerintahan baru nantinya dapat mendukung industri telekomunikasi dengan mengeluarkan regulasi positif bagi industri ini sehingga dapat tumbuh dengan baik di tengah kebutuhan komunikasi dan akses data yang meningkat.

"Diperlukan undang-undang dan peraturan-peraturan untuk mendorong inovasi dan memperkuat industri ICT di tanah air, apalagi pada umumnya perkembangan teknologi jauh lebih cepat daripada perkembangan regulasi, termasuk pentingnya UU/Peraturan yang sejalan antara telko, broadcasting dan IT, karena dari sudut pandang teknologi sudah konvergen," ujar Ketua Umum ATSI Alexander Rusli, Senin.

Dikatakannya dalam era konsumen yang haus pemakaian data seperti internet dan lain-lain, pemerintah perlu mendukung langkah-langkah untuk memastikan pelanggan di Indonesia dapat berkembang dalam momentum perkembangan data. ATSI, yang menaungi para Operator Telekomunikasi berharap dapat memberikan layanan yang terjangkau bagi seluruh masyarakat Indonesia, hal ini sesuai dengan program Pemerintah.

"Operator tentunya ingin memberikan layanan yang lebih murah kepada pelanggan. Dengan demikian sebaiknya tidak diberatkan dengan Regulatory-charges yang tinggi," sambungnya.

Karena jika regulatory-charges tinggi, pada akhirnya pelanggan juga yang kena dampaknya atas biaya-biaya ini. Untuk itu, ATSI mendukung adanya koridor yang lebih sederhana, agar "corporate action" dan pilihan teknologi dapat dilakukan lebih mudah oleh operator tanpa harus melibatkan Pemerintah terlalu banyak, sehingga para pemain dapat mencari skema optimum dalam memberikan layanan terbaik bagi pelanggan.

"Pemerintah baru harus memberikan kepastian hukum termasuk dalam implementasinya sehingga memberikan keyakinan kepada pemain dalam melakukan usaha di industri ini. Termasuk memberikan kepastian dalam utilisasi frekuensi yang menjadi infrastruktur utama layanan wireless, tanpa ada gangguan dan interferensi sehingga kualitas layanan yang sampai pelanggan tidak dirugikan," tegasnya.

Di sisi lain, perlu dijaga struktur telekomunikasi Indonesia seperti lisensi, jumlah pemain dan juga kriteria menjadi pemain di industri telekomunikasi. Bukan untuk kepentingan jangka pendek, namun lebih penting lagi sustainability industry yang sehat. "Perlu juga dipikirkan insentif bagi pengembang konten lokal yang sangat diperlukan dalam era data yang berkembang pesat," tambahnya.

ATSI juga mengapresiasi kinerja pemerintahan Susilo Bambang Yudhoyono bersama Kabinet Indonesia Bersatu. ATSI menilai langkah-langkah kebijakan pemerintah sebelumnya berperan penting dalam menunjang perkembangan sektor telekomunikasi di Indonesia.

sumber : antara
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement