REPUBLIKA.CO.ID, NEW YORK -- pendiri Whatsapp Brian Acton mengakui usaha menerapkan layanan pesan Whatsapp di Amerika Serikat dan beberapa pasar lain terbukti sulit, ini diakui oleh .
Seperti dilansir Reuters, Jumat (6/6), pihak perusahaan masih berusaha menciptakan pendapatan yang cukup besar bagi calon induk Facebook Inc. "Pertumbuhan di Amerika Serikat merupakan tantangan bagi kami," kata Acton pekan lalu, usai berbicara di StartX, sebuah inkubator bagi perusahaan-perusahaan baru yang berafiliasi dengan Universitas Stanford.
Dia juga mengatakan, Jepang dan Taiwan sebagai negara yang membuat kita lebih sukses dengan sedikit lagi usaha . Kemudian, dengan nada optimis Acton berkomentar di publik pertamanya, sejak Facebook mengatakan awal tahun ini akan mengakusisi WhatsApp yang tumbuh cepat itu sebesar 19 miliar dolar AS dalam bentuk tunai dan saham.
Acton percaya, WhatsApp akan mendapatkan 1 miliar pengguna baru ke jejaring sosial itu, meski sebagai layanan, WhatsApp tetap terpisah dari Facebook.
Dia menggambarkan hubungan antara dua perusahaan itu sebagai "berbeda tetapi sederajat," dengan mengatakan hubungan layanan yang saling berbaur itu akan menciptakan "risiko dan bahaya."