Senin 11 Nov 2013 15:10 WIB

Berbelanja Online dan Beramal, Mengapa Tak Keduanya?

Rep: Hannan Putra/ Red: Citra Listya Rini
Belanja Online (Ilustrasi)
Foto: Corbis
Belanja Online (Ilustrasi)

REPUBLIKA.CO.ID, DEPOK -- Maraknya situs belanja online menawarkan berbagai macam produk-produk yang menarik hati. Sebuah situs belanja online Filostore.com tak hanya menawarkan produk-produk yang menarik, tapi mengajak para konsumennya untuk berbelanja sekaligus beramal.

Seperti kaos-kaos yang di desain oleh anak-anak miskin di Kampung Lio, Depok. Hasil karya anak-anak di daerah itu dijual di Filostore.com. Selanjutnya, keuntungannya penjualan 100 persen diperuntukkan untuk pembinaan anak-anak yang kurang beruntung itu.

Pendiri Filostore.com, Priagung Danarahmato mengatakan, desain-desain lucu yang digambar oleh anak-anak dari kampung Lio itu merupakan hasil penyeleksian yang ketat. 

Mereka yang merupakan anak asuh di House of Dream Depok itu mengikuti lomba menggambar yang diselenggarakan filostore dan pihak yayasan. Dari lomba yang bertemakan "cita-citaku" itu terpilihlah 11 desain dari 30 karya anak-anak marjinal itu.

Karya unik dan lucu itu kemudian dikembangkan menjadi motif untuk baju kaos. Seperti desain seorang peserta, Yudi. Ia menggambar sebuah kapal perang sesuai cita-citanya menjadi Nahkoda Kapal Perang. “Supaya bisa membela Indonesia,” kata Yudi.

Priagung mengimbau mereka yang sering berbelanja melalui dunia maya mau mampir di situs belanja mereka. Tak ada salahnya sembari berbelanja juga beramal. Dengan membeli kaos-kaos hasil karya anak-anak marginal tersebut tentu akan membantu mereka mewujudkan cita-cita mereka. 

“Cita-cita adik-adik marginal di House of Dream ini bisa diwujudkan dengan cara membeli kaos seri House Of Dream (HOD), sebagian dari keuntungan penjualan kaos akan diserahkan kembali pada House Of Dream Depok," paparnya, Senin (11/11).

Menurut Priagung, saat ini kegiatan pembinaan di HOD Depok memang membutuhkan topangan dana. Ide kreatif tersebut diharapkan bisa menjadi salah satu penopang, ketimbang harus meminta-minta.

HOD memberikan bimbingan belajar gratis kepada anak-anak yang kurang beruntung tersebut. Mereka dibina untuk bisa kreatif. Di samping belajar, mereka juga diajarkan berbagai keterampilan.

Kepala Bagian Produksi Filostore, Inez Benardi menambahkan, ide situs jual beli onlinenya itu berangkat dari kepedulian terhadap anak-anak marjinal yang kurang beruntung. Menurutnya, anak muda memiliki potensi filantropi yang sangat besar.

Melalui Filostore, para peselancar dunia maya dapat berbelanja sekaligus berdonasi dengan cara yang menyenangkan.

“Target market kami memang anak muda, karena kami lihat mereka suka berbelanja. Kenapa tidak sekalian berbelanja dan berdonasi sekaligus, selain praktis tentu ini juga jadi pengalaman yang menyenangkan,” jelasnya.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement