Senin 30 Sep 2013 08:32 WIB

Kelompok Hacker Jerman Tembus Kemanan Biometrik iPhone 5s

iPhone 5s
Foto: Apple
iPhone 5s

REPUBLIKA.CO.ID, Tepat sehari setelah iPhone 5S resmi diluncurkan ke pasaran, sekelompok hacker di Jerman mengklaim berhasil menembus keamanan biometrik pada sensor Touch ID pada iPhone 5S dengan menggunakan "cara sehari-hari" yang mudah.

Seperti dikutip dari laman jeruknipis.com, Kelompok yang menamakan dirinya sebagai The Chaos Computer Club mengumumkan pada Sabtu (21/09) bila mereka telah berhasil menembus keamanan dengan memotret sidik jari pengguna iPhone dari sebuah permukaan kaca dan menggunakan foto tersebut untuk memverifikasi akun pengguna.

Diketahui, sensor Touch ID yang berada di bawah tombol home, berfungsi untuk menggantikan sistem passcode empat angka untuk membuka iPhone dan mengauthorize pembelian di iTunes.

Untuk menembus keamanan sensor Touch ID pada iPhone, seperti dilansir dari cnet, Senin (23/09/13), hal pertama yang dilakukan adalah ambil foto sidik jari pengguna iPhone yang terdaftar dengan resolusi 2400dpi. Foto yang dihasilkan kemudian dibersihkan, lalu letakkan terbalik pada printer laser, dan cetak dengan resolusi 1200 dpi pada kertas transparan dengan pengaturan toner yang tebal.

Dari situ, akan dihasilkan gambar dengan warna merah muda lateks susu atau woodglue putih. Selanjutnya, embuskan nafas ke kertas transparan tersebut dan tempatkan ke sensor untuk membuka iPhone.

Namun, belum jelas apakah kelompok tersebut akan mengklaim hadiah dengan total lebih dari US $16 ribu yang saat ini sedang ditawarkan oleh Nick DePetrillo, yang merupakan seorang peneliti keamanan independen melalui situs IsTouchlDhackedyet.com kepada orang pertama yang berhasil meng-hack sensor sidik jari milik iPhone terbaru dan menguploadnya video mengenai proses tersebut sebelum dinyatakan sebagai pemenang.

Selain uang tunai, pemenang juga dijanjikan pembuatan sebuah aplikasi gratis dari ChiperLaw untuk paten, beberapa botol alkohol, sebuah buku porno, dan sebuah iPhone 5C. 

sumber : Jeruknipis.com
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement