Kamis 04 Jul 2013 17:28 WIB

Siswa SMA Temukan Insektisida Alami Jentik Nyamuk: Biji Pepaya

Rep: Neni Ridarineni/ Red: Ajeng Ritzki Pitakasari
Biji pepaya bisa bermanfaat menjadi insektisida alami jentik nyamuk
Biji pepaya bisa bermanfaat menjadi insektisida alami jentik nyamuk

REPUBLIKA.CO.ID, YOGYAKARTA--Jangan buru-buru buang limbah biji pepaya ke tempat sampah. Tahukah Anda bahwa limbah biji pepaya ternyata masih memiliki manfaat yakni sebagai insektisida alami melawan jentik nyamuk. Satu lagi bila biji pepaya ini dicampur dengan tawas, selain menjadi pembunuh jentik nyamuk, juga bisa menjernihkan air.

Temuan ini merupakan hasil penelitian dua siswa SMA Kesatuan Bangsa Yogyakarta  Irna Jelita ES dan Yashinta Devi. Mereka memaparkan hasil kajian tersebut kepada Republika,  di sela-sela mengikuti Sagasitas Research Exhibiton 2013, di GOR Amongrogo, Yogyakarta, Kamis (4/7).

Semula kedua siswa kelas sebelas  tersebut mempunyai ide untuk memanfaatkan serbuk biji pepaya untuk mempercepat pembungaan pohon Mawar.  Karena dari pengetahuan yang diperolehnya biji pepaya mengandung giberelin (kelompok hormon tumbuhan yang salah satu fungsinya memicu pembungaan).

Ternyata baru sehari diberi serbuk biji pepaya pohon Mawar malah mati. ''Jadi kami langsung banting setir supaya penelitian lebih lanjut. Dari informasi yang kami peroleh ternyata biji pepaya juga mengandung senyawa metabolit sekunder yang bersifat toksik,''kata Jelita. 

Kemudian kedua siswa tersebut memanfaatkan sifat toksik pada limbah biji pepaya sebagai pembunuh jentik nyamuk. Caranya: biji pepaya dikeringkan, kemudian  dihaluskan dicampur dengan tawas yang juga sudah dihaluskan, dengan perbandingan 1:2 untuk tawas dan biji pepaya. 

Serbuk biji kepaya dan tawas dikemas dalam kantong kasa lalu direndam ke dalam air yang berjentik. Mereka menggunakan dosis sepucuk sendok tawas dan dua pucuk sendok biji pepaya yang dibungkus dalam kasa kemudian direndam kedalam segelas air yang berisi jentik nyamuk,  ternyata dalam sehari sudah bisa mematikan jentik nyamuk, jelas Yashinta yang waktu tahun 2011 pernah mengikuti OSN dan meraih perunggu ini.. ''Kami baru melakukan percobaan seminggu yang lalu," ungkapnya.

Dalam penelitian tersebut kedua siswa ini menggunakan enam tipe percobaan yakni: kontrol hanya dengan serbuk biji pepaya, campuran serbuk biji pepaya dan tawas, serbuk biji pepaya dan semen, serta  semen. ''Menurut seorang dosen di Universitas Negeri Yogyakarta, semen juga bisa menjernihkan air. Ternyata dari hasil penelitian kami, tawas lebih jernih daripada semen,''tutur Yashin.

Kedua siswa tersebut mendapatkan ide untuk menggunakan biji pepaya sebagai salah satu bahan untuk penelitiannya karena di dapur asrama Kesatuan  Bangsa banyak limbah biji pepaya. Daripada membuangnya, mereka pun manfaatkan sebagai insektisida alami jentik nyamuk.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement