REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Bisa dibilang TweetDeck merupakan API Twitter yang cukup populer, selain UberSocial dan HootSuite. Sayangnya, kepopuleran dari aplikasi pihak ketiga media sosial Twitter akan tinggal kenangan.
Ya, diumumkan secara resmi melalui blognya, Twitter akan mematikan aplikasi tersebut pada perangkat dengan sistem operasi iOS dan Android.
Sekedar membalik waktu, Twitter mengakusisi Tweetdeck pada 2011 lalu dan menjadi favorit bagi pengguna smartphone maupun PC karena kemudahannya dalam mengelola tweet dan memiliki filter yang ampuh.
Entah apa alasannya, akhirnya Tweetdeck akan difokuskan kepada web-based app, di mana sudah hadir beberapa produk seperti Tweetdeck for Mac, Tweetdeck for Chrome, dan Tweetdeck Web.
Dengan lebih fokus ke web-based, sudah dipastikan produk-produk tersebut akan terus berkembang dengan fitur-fitur yang melimpah.